- Dua pelaku merampok dan membunuh Wakil Rektor II ITB Kabanjahe di Berastagi pada Jumat, 25 September 2026.
- Pelaku membawa kabur mobil serta barang berharga milik korban dan sempat berfoya-foya di kota Medan.
- Tim gabungan kepolisian menangkap kedua tersangka di Deli Serdang pada Senin, 28 September 2026.
Keduanya disebut telah merencanakan perjalanan menuju Palembang pada Senin (28/9/2026). Mobil korban rencananya akan dibawa dan dijual di Palembang.
Namun, rencana tersebut tidak pernah terwujud. Tim gabungan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut bersama Satreskrim Polres Tanah Karo terus melakukan penyelidikan dan melacak keberadaan kedua tersangka.
Hasil analisis dan penelusuran akhirnya mengarah ke kawasan Jalan Manunggal 4, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, polisi menangkap kedua tersangka dan menghadiahinya timah panas karena melawan.
Dalam penangkapan itu, mobil milik korban juga berhasil diamankan. Selain mobil, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai Rp1,62 juta yang disebut merupakan sisa uang korban, telepon seluler, jam tangan, kunci dan STNK mobil, serta perhiasan berupa kalung, cincin, gelang dan sepasang anting.
Polisi juga mengamankan tas milik MRS yang berisi telepon seluler, perhiasan, uang tunai dan pakaian yang diduga digunakan saat beraksi.
Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengakui perbuatannya. Mereka mengaku awalnya berniat mencuri, namun aksi tersebut diketahui korban hingga berujung pada kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kedua tersangka kini ditahan di Mapolres Tanah Karo untuk menjalani proses hukum dan penyidikan lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indonesia Kabanjahe, Asprina Br Surbakti (38) ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan Je Kesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Asprina ditemukan pada Sabtu, 26 September 2026, sekitar pukul 00.40 WIB. Dalam peristiwa tersebut, satu unit mobil milik korban dilaporkan hilang.
Kejadian ini terungkap setelah keluarga korban merasa khawatir karena Asprina tidak dapat dihubungi sejak Jumat sore, 25 September 2026.
Keluarga yang curiga kemudian datang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, keluarga mengetahui kendaraan milik Asprina tidak berada di garasi.
Setelah pintu berhasil dibuka, keluarga dan pihak terkait melakukan pencarian di dalam rumah. Jasad Asprina kemudian ditemukan tergeletak di kamar mandi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek
-
Diintai 2 Bulan, Detik-detik Pembunuhan Wakil Rektor ITB Indonesia di Tangan Kuli Bangunan
-
15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka
-
Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung
-
Novel The Woman in Cabin 10: Ketika Pembunuhan di Laut Lepas Dianggap Ilusi
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
Terkini
-
Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh
-
Usai Rampok-Bunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe, Pelaku Sempat Sewa PSK di Medan
-
Jangan Sepelekan! Ini Manfaat Mencabut Charger dari Stopkontak Saat Tak Dipakai
-
DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit
-
Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG