- Muhammad Saini menemukan benda diduga mortir sisa konflik saat mencari tiram di Sungai Krueng Aceh pada Rabu.
- Kapolsek Baiturrahman menyatakan kepolisian langsung mengamankan lokasi penemuan dan berkoordinasi dengan Unit Jibom Satbrimob Polda Aceh.
- Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi serta segera melaporkan setiap penemuan benda mencurigakan.
SuaraSumut.id - Mortir diduga sisa konflik ditemukan seorang warga asal Langsa, Muhammad Saini (40) saat mencari tiram di sungai Krueng Aceh, Banda Aceh. Ia sempat menduga benda itu hanya besi berkarat.
"Benda tersebut kemudian diangkat ke pinggir sungai dan dibersihkan. Setelah melihat bentuknya yang menyerupai mortir, yang bersangkutan melaporkannya kepada pihak kepolisian," kata Kapolsek Baiturrahman Polresta Banda Aceh, AKP Samandari, melansir Antara, Kamis (1/10/2026).
Saini menemukan mortir itu pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Polisi kemudian turun ke lokasi usai mendapatkan laporan penemuan tersebut.
Selanjutnya, polisi berkoordinasi dengan Unit Jibom Satbrimob Polda Aceh untuk penanganan lebih lanjut.
Benda yang ditemukan tersebut diduga merupakan mortir peninggalan masa konflik Aceh. Namun, status benda tersebut, apakah masih aktif atau tidak aktif, belum dapat dipastikan.
Karena itu, benda tersebut diperlakukan sebagai benda berbahaya dan lokasi penemuannya diamankan hingga petugas Jibom tiba untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi.
Benda yang diduga mortir itu masih berada di lokasi penemuan dan telah diamankan dengan garis polisi. Masyarakat diminta untuk tidak mendekati, menyentuh, memindahkan, atau melakukan tindakan apapun terhadap benda tersebut.
Serta, jika menemukan adanya benda yang diduga bahan peledak atau sisa persenjataan ke depannya, segera laporkan ke polisi.
"Kita minta warga segera melaporkan penemuan benda mencurigakan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki keahlian dan peralatan khusus," katanya.
Berita Terkait
-
Program Wangikan Masjid Sasar 50 Masjid di Banda Aceh
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Usai Kericuhan Penurunan Merah Putih, Kapolri Pastikan Aceh Terkendali
-
Bendera Bintang Bulan Berkibar, Aksi Hari Damai Aceh Kisruh, TNI Dikeroyok
-
Kabar Gembira! Harga Solar untuk Nelayan Resmi Dipatok Rp15.000 per Liter
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh
-
Usai Rampok-Bunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe, Pelaku Sempat Sewa PSK di Medan
-
Jangan Sepelekan! Ini Manfaat Mencabut Charger dari Stopkontak Saat Tak Dipakai
-
DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit
-
Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG