- Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho menyatakan kabut asap melanda berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara pada 6 Oktober 2026.
- Citra satelit pada 5 Oktober 2026 mendeteksi lima titik panas atau hotspot yang menjadi pemicu kabut asap di Padang Lawas Utara dan Tapanuli Selatan.
- Dampak sebaran asap menurunkan jarak pandang di Aek Godang menjadi empat kilometer dan di kawasan Silangit merosot hingga satu kilometer.
SuaraSumut.id - Sebaran asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dalam beberapa hari terakhir.
Hingga hari ini, Selasa (6/10/2026), kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Sumut, terpantau melalui citra satelit.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan asap terpantau menyebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Wilayah tersebut meliputi Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Toba, Asahan hingga Tanjungbalai.
"Untuk wilayah Sumatera Utara, berdasarkan pantauan citra sebaran asap pada 6 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, terdeteksi adanya asap di sejumlah wilayah," kata Hendro.
Kemunculan asap tersebut tidak terlepas dari temuan sejumlah titik panas atau hotspot sehari sebelumnya. Hasil pemantauan citra satelit pada 5 Oktober 2026 mencatat lima hotspot yang berada di wilayah Padang Lawas Utara dan Tapanuli Selatan.
Dampak sebaran asap mulai terasa pada jarak pandang di beberapa lokasi. Di wilayah Aek Godang, hasil pengamatan Stasiun Meteorologi setempat pada 5 Oktober sekitar pukul 11.00 WIB mencatat jarak pandang turun hingga 4 kilometer.
Kondisi yang lebih mencolok terjadi di kawasan Silangit. Jarak pandang di wilayah yang berada di sekitar Bandara Silangit tersebut dilaporkan merosot hingga hanya 1 kilometer.
Meski jarak pandang mengalami penurunan, pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Sumatera Utara masih berada dalam kategori baik hingga sedang.
BMKG tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang beraktivitas di kawasan dengan jarak pandang terbatas akibat asap maupun kabut.
Pengendara juga diminta tidak memacu kendaraan dan menjaga jarak aman dengan pengguna jalan lainnya ketika melintasi kawasan yang jarak pandangnya terganggu.
"Para pengguna jalan agar berhati-hati saat berkendara di wilayah yang jarak pandangnya rendah akibat kabut maupun asap," ujar Hendro.
Selain masyarakat, pemerintah daerah juga diminta memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI dan Polri. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi perkembangan sebaran asap dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
BMKG juga meminta masyarakat dan pemerintah daerah terus memantau informasi terbaru mengenai cuaca, titik panas, sebaran asap serta kondisi kualitas udara yang disampaikan BBMKG Wilayah I Medan.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak
-
Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja
-
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Terus Dikebut, Listrik dan 11.143 BTS Pulih 100 Persen
-
Profil Dadang Hartanto, Eks Kapolda Maluku dan Profesor Administrasi yang Kini Pimpin Polda Metro
-
Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Kabut Asap Masih Selimuti Sejumlah Wilayah Sumut, Jarak Pandang Menurun
-
Jelang MotoGP Mandalika 2026, BRI Peduli Latih 500 Volunteer Kelola Sampah
-
32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat
-
Bayi 8 Bulan di Labura Meninggal Diduga Korban Rudapaksa, Polisi Selidiki
-
Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik