Suhardiman
Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:11 WIB
Ilustrasi karhutla [Freepik/magnific]
Baca 10 detik
  • BPBD Sumut mencatat 308,87 hektare lahan terbakar akibat 52 kejadian karhutla di 14 kabupaten atau kota selama Januari hingga Agustus 2026.
  • Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak sebanyak sembilan peristiwa dengan luas 30 hektare.
  • Kabupaten Labuhanbatu mencatatkan wilayah dengan dampak lahan terluas mencapai 128 hektare dari tujuh kali peristiwa kebakaran.

SuaraSumut.id - Sebanyak 308,87 hektare lahan di Sumatera Utara terbakar akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Kejadian tersebut merupakan akumulasi dari 52 peristiwa karhutla di 14 kabupaten/kota. Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati.

"Pusdalops menerima laporan sebanyak 52 kejadian karhutla dengan 308,87 hektare lahan terdampak," katanya, melansir Antara, Selasa (6/10/2026).

Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak dengan mencatatkan sembilan kejadian dan luas lahan terdampak 30 hektare.

Kemudian, Kabupaten Labuhanbatu dengan tujuh kali kejadian seluas 128 hektare, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Samosir, dan Kabupaten Padang Lawas Utara masing-masing tercatat sebanyak enam kejadian, serta Kabupaten Tapanuli Tengah (tercatat empat kejadian).

Karhutla di Kabupaten Simalungun berdampak pada 39,1 hektare lahan, Kabupaten Samosir seluas 24,15 hektare, dan Kabupaten Padang Lawas Utara sebanyak 22 hektare.

"Kabupaten Karo tercatat sebanyak tiga kejadian dengan 5,5 hektare lahan terdampak," ujarnya.

Kemudian, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Nias Utara, dan Kabupaten Deli Serdang masing-masing tercatat dua kejadian.

"Adapun luas lahan terdampak di daerah tersebut meliputi Kabupaten Mandailing Natal seluas 30 hektare, Kabupaten Labuhanbatu Utara delapan hektare, Kabupaten Nias Utara enam hektare, serta Kabupaten Deli Serdang 0,62 hektare," ungkapnya.

Berikutnya, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Padang Lawas masing-masing tercatat satu kejadian.

"Adapun luas lahan terdampak di ketiga wilayah itu meliputi Kota Sibolga seluas dua hektare, Kabupaten Tapanuli Selatan satu hektare, serta Kabupaten Padang Lawas 0,5 hektare," jelasnya.

Data tersebut merupakan hasil laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatera Utara dari kabupaten/kota.

"Total yang terdampak sepanjang Januari hingga Agustus 2026 sekitar 308,87 hektare," katanya.

Load More