- Warga Langsa bernama Muhammad Saini menemukan dua mortir berkarat saat mencari tiram di Sungai Krueng Aceh pada Selasa, 6 Oktober 2026.
- Petugas kepolisian dari Polresta Banda Aceh dan Polsek Baiturrahman langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memasang garis pengaman dan berjaga.
- Temuan yang diduga bahan peledak peninggalan masa konflik tersebut kini masih menunggu penanganan khusus dari Unit Jibom Sat Brimob Polda Aceh.
SuaraSumut.id - Seorang warga Langsa, Muhammad Saini (40) Kembali menemukan dua mortar saat mencari tiram di Sungai Krueng Aceh, Banda Aceh.
Saini menemukan mortir saat mencari tiram di depan Warkop Chek Yukee, pada Selasa (6/10/2026).
"Yang bersangkutan saat sedang mencari tiram menemukan lagi dua benda berbahan besi yang sudah berkarat dan bentuknya menyerupai mortir,” kata Kapolsek Baiturrahman AKP Samandari, melansir Antara, Rabu (7/10/2026).
Sebelumnya, Muhammad Saini juga menemukan benda serupa di lokasi tersebut pada Rabu, 30 September 2026 lalu. Karena mencurigai benda tersebut bahan peledak, Saini mengangkatnya ke pinggir sungai dan membersihkannya.
Setelah melihat bentuknya menyerupai benda yang ditemukan sebelumnya, ia kemudian meninggalkan lokasi dan melaporkan temuan itu ke Polresta Banda Aceh.
Kemudian, personel Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh bersama personel piket Polsek Baiturrahman langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan area dan memasang garis polisi.
Selanjutnya, kata Samandari, temuan tersebut dilaporkan kepada pimpinan untuk dilakukan koordinasi dengan Unit Jibom Sat Brimob Polda Aceh.
“Untuk sementara lokasi sudah kami amankan dan dipasang garis polisi. Personel masih berjaga di lokasi,” ujarnya.
Benda tersebut diduga merupakan mortir peninggalan masa konflik. Tetapi, polisi belum dapat memastikan apakah mortir tersebut masih aktif atau tidak.
Karena itu, benda tersebut masih berada di lokasi penemuan dan menunggu penanganan dari personel Unit Jibom Sat Brimob Polda Aceh.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, atau mendekati mortir tersebut. Kemudian, jika menemukan benda serupa atau yang dicurigai bahan peledak, segera melaporkan kepada polisi agar ditangani petugas dengan keahlian khusus.
“Benda tersebut belum diketahui statusnya aktif atau tidak, kita minta masyarakat tidak melakukan tindakan sendiri dan menyerahkan penanganannya kepada petugas," katanya.
Berita Terkait
-
Program Wangikan Masjid Sasar 50 Masjid di Banda Aceh
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Usai Kericuhan Penurunan Merah Putih, Kapolri Pastikan Aceh Terkendali
-
Bendera Bintang Bulan Berkibar, Aksi Hari Damai Aceh Kisruh, TNI Dikeroyok
-
Kabar Gembira! Harga Solar untuk Nelayan Resmi Dipatok Rp15.000 per Liter
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Warga Kembali Temukan 2 Mortir Saat Mencari Tiram di Krueng Aceh
-
Wartawan di Madina Jadi Korban Tabrak Lari Betor, Polisi Amankan Pelaku
-
Bikin Onar Saat Timnas Juara, 8 Anggota Geng Motor di Medan Ditangkap
-
308,87 Hektare Lahan di Sumut Terdampak Karhutla
-
Palmex Medan 2026 Bidik Transaksi 100 Juta Dolar AS