Suhardiman
Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:16 WIB
Dua benda yang diduga mortir ditemukan warga di pinggir sungai Krueng Aceh. (ANTARA/HO/Humas Polresta Banda Aceh)
Baca 10 detik
  • Warga Langsa bernama Muhammad Saini menemukan dua mortir berkarat saat mencari tiram di Sungai Krueng Aceh pada Selasa, 6 Oktober 2026.
  • Petugas kepolisian dari Polresta Banda Aceh dan Polsek Baiturrahman langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memasang garis pengaman dan berjaga.
  • Temuan yang diduga bahan peledak peninggalan masa konflik tersebut kini masih menunggu penanganan khusus dari Unit Jibom Sat Brimob Polda Aceh.

SuaraSumut.id - Seorang warga Langsa, Muhammad Saini (40) Kembali menemukan dua mortar saat mencari tiram di Sungai Krueng Aceh, Banda Aceh.

Saini menemukan mortir saat mencari tiram di depan Warkop Chek Yukee, pada Selasa (6/10/2026).

"Yang bersangkutan saat sedang mencari tiram menemukan lagi dua benda berbahan besi yang sudah berkarat dan bentuknya menyerupai mortir,” kata Kapolsek Baiturrahman AKP Samandari, melansir Antara, Rabu (7/10/2026).

Sebelumnya, Muhammad Saini juga menemukan benda serupa di lokasi tersebut pada Rabu, 30 September 2026 lalu. Karena mencurigai benda tersebut bahan peledak, Saini mengangkatnya ke pinggir sungai dan membersihkannya.

Setelah melihat bentuknya menyerupai benda yang ditemukan sebelumnya, ia kemudian meninggalkan lokasi dan melaporkan temuan itu ke Polresta Banda Aceh.

Kemudian, personel Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh bersama personel piket Polsek Baiturrahman langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan area dan memasang garis polisi.

Selanjutnya, kata Samandari, temuan tersebut dilaporkan kepada pimpinan untuk dilakukan koordinasi dengan Unit Jibom Sat Brimob Polda Aceh.

“Untuk sementara lokasi sudah kami amankan dan dipasang garis polisi. Personel masih berjaga di lokasi,” ujarnya.

Benda tersebut diduga merupakan mortir peninggalan masa konflik. Tetapi, polisi belum dapat memastikan apakah mortir tersebut masih aktif atau tidak.

Karena itu, benda tersebut masih berada di lokasi penemuan dan menunggu penanganan dari personel Unit Jibom Sat Brimob Polda Aceh.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, atau mendekati mortir tersebut. Kemudian, jika menemukan benda serupa atau yang dicurigai bahan peledak, segera melaporkan kepada polisi agar ditangani petugas dengan keahlian khusus.

“Benda tersebut belum diketahui statusnya aktif atau tidak, kita minta masyarakat tidak melakukan tindakan sendiri dan menyerahkan penanganannya kepada petugas," katanya.

Load More