Suhardiman
Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:09 WIB
Ilustrasi dapur. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Dapur rumah sering dianggap bersih, padahal terdapat lima benda yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri serta mikroorganisme.
  • Kelima benda kotor tersebut meliputi blender, kulkas, bak cuci piring, spons cuci piring, dan talenan kayu.
  • Peralatan dapur tersebut memerlukan pembersihan rutin serta perawatan yang tepat guna menjaga keamanan makanan yang dikonsumsi keluarga.

SuaraSumut.id - Dapur sering dianggap sebagai salah satu ruangan paling bersih di rumah karena digunakan untuk menyiapkan makanan. Namun, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Ada sejumlah benda paling kotor di dapur yang justru digunakan setiap hari dan berpotensi menjadi tempat berkumpulnya bakteri, jamur, serta berbagai mikroorganisme.

Masalahnya, sebagian besar kotoran tersebut tidak selalu terlihat dengan mata. Permukaan yang tampak bersih belum tentu bebas dari mikroorganisme.

Sisa makanan, kelembapan, tangan yang sering menyentuh berbagai benda, hingga proses pengolahan bahan mentah dapat membuat beberapa area dapur menjadi tempat yang ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang.

Karena itu, menjaga kebersihan dapur bukan hanya soal membuat ruangan terlihat rapi. Kebersihan berbagai peralatan dapur juga penting untuk membantu menjaga keamanan makanan yang dikonsumsi keluarga.

Lantas, apa saja benda paling kotor di dapur yang perlu mendapat perhatian lebih? Berikut beberapa di antaranya.

1. Blender

Blender mungkin terlihat bersih setelah digunakan, tetapi bagian tertentu bisa menyimpan sisa bahan makanan.

Sisa buah, sayuran, bumbu, saus, atau bahan makanan lainnya dapat menempel pada bagian bawah wadah maupun area sekitar pisau blender. Jika tidak segera dibersihkan, sisa tersebut dapat mengering dan sulit dihilangkan.

Karena itu, blender sebaiknya langsung dibersihkan setelah digunakan. Bongkar bagian yang memang dapat dilepas sesuai petunjuk penggunaan, lalu cuci dengan sabun dan bilas hingga bersih.

Hindari menyimpan blender dalam keadaan masih basah karena kelembapan dapat membuat kebersihan alat lebih sulit dijaga.

2. Kulkas

Kulkas memang memiliki suhu rendah, tetapi bukan berarti seluruh bagian di dalamnya otomatis bebas dari bakteri.

Salah satu masalah yang sering terjadi adalah penyimpanan bahan makanan mentah tanpa wadah tertutup. Cairan dari daging atau bahan mentah lainnya dapat bocor dan mencemari rak maupun laci kulkas.

Karena itu, bahan makanan mentah sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan ditempatkan dengan cara yang tidak memungkinkan cairannya mengenai makanan lain.

Rak dan laci kulkas juga perlu dibersihkan secara berkala. Segera bersihkan jika ada makanan tumpah atau cairan yang bocor.

3. Kitchen Sink atau Bak Cuci Piring

Jangan hanya fokus membersihkan piring. Kitchen sink atau bak cuci piring juga harus rutin dibersihkan.

Area ini sering menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan, minyak, air kotor, dan berbagai kotoran dari peralatan makan. Bagian saluran pembuangan juga perlu mendapatkan perhatian karena sisa makanan dapat tertinggal di dalamnya.

Gagang keran juga tidak boleh dilupakan. Benda tersebut sering disentuh ketika tangan masih dalam kondisi kotor sebelum mencuci tangan.

Untuk menjaga kebersihan, bersihkan bak cuci piring secara rutin menggunakan produk pembersih yang sesuai. Setelah itu, bilas dan keringkan permukaannya.

4. Spons Cuci Piring

Spons cuci piring menjadi salah satu benda yang paling sering digunakan di dapur. Hampir setiap hari benda ini digunakan untuk membersihkan piring, gelas, sendok, wajan, hingga berbagai peralatan memasak.

Namun, spons juga mudah menyimpan air, sisa makanan, dan kotoran. Kondisi lembap tersebut membuat spons perlu mendapatkan perhatian khusus.

Spons yang sudah lama digunakan, berbau tidak sedap, rusak, atau sulit dibersihkan sebaiknya segera diganti. Setelah digunakan, bilas hingga bersih dan letakkan di tempat yang memungkinkan spons cepat kering.

Selain membersihkan spons, jangan lupa mencuci tangan setelah menangani peralatan atau permukaan yang kotor.

5. Talenan Kayu

Talenan juga termasuk benda yang perlu diperhatikan. Alat ini digunakan untuk memotong berbagai bahan makanan, mulai dari sayuran, buah, daging, ikan, hingga bahan mentah lainnya.

Permukaan talenan yang sudah memiliki banyak goresan dapat membuat sisa makanan lebih mudah tertinggal. Jika tidak dibersihkan dan dikeringkan dengan baik, kondisi tersebut dapat menyebabkan talenan menjadi sumber kontaminasi.

Salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan adalah menggunakan talenan berbeda untuk bahan mentah seperti daging dan untuk buah atau sayuran yang siap dikonsumsi.

Setelah digunakan, cuci talenan menggunakan sabun dan air mengalir. Selanjutnya, keringkan sebelum disimpan.

Yang tidak kalah penting, perhatikan kondisi talenan. Jika sudah sangat rusak, retak, atau memiliki banyak celah yang sulit dibersihkan, pertimbangkan untuk menggantinya.

Load More