- Kemenko Infra melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis.
- Pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan 2.399 unit hunian tetap di Kabupaten Aceh Tamiang tersebut pada tahun 2026.
- Inisiatif ini bertujuan agar masyarakat korban bencana yang tinggal di hunian sementara dapat segera menempati rumah permanen.
SuaraSumut.id - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) menghadiri groundbreaking hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking huntap relokasi terpusat beserta prasarana dan sarana utilitas (PSU) pendukung yang berada di Desa Perkebunan Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka, Kamis (8/10/2026) sore.
Selain itu, rombongan juga menyerahkan bantuan dari Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada masyarakat terdampak bencana.
Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan pembangunan huntap menjadi salah satu upaya pemerintah agar masyarakat yang saat ini tinggal di hunian sementara (huntara) dapat segera menempati rumah permanen.
Dalam kesempatan itu, Ronny juga mengunjungi lokasi huntara di Desa Lubuk Sidup dan berdialog langsung dengan warga.
Menurutnya, masyarakat saat ini telah menjalani kehidupan sehari-hari bersama keluarga dan anak-anak mereka di huntara dengan baik. Namun, warga tetap berharap dapat segera berpindah ke hunian tetap.
"Tentunya mereka memiliki pengharapan untuk dapat segera mungkin pindah ke hunian tetap," ujar Ronny.
Smentara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera I, Arifay Saini
mengatakan, penyediaan hunian bagi korban bencana telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu prioritas dalam proses pemulihan.
Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan pembangunan hunian tetap terbesar. BP3KP Sumatera I, kata Arifay, akan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, memiliki mutu yang baik, dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Arifay menyebut pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 10 ribuan unit hunian tetap di Kabupaten Aceh Tamiang. Rinciannya, sekitar 2.399 unit akan dibangun pada 2026 dan 8.244 unit lainnya direncanakan pada 2027.
"Mudah-mudahan ini akan segera terwujud sampai akhir tahun 2027," katanya.
Pembangunan huntap tersebut tersebar di 13 desa di Kabupaten Aceh Tamiang. Lokasinya meliputi Desa Medan Ara, Bukit Rata, Alur Manis, Pante Peujeur, Punte, Kebun Tanah Terban, Pante Peujeur Dua, Sekumur, Lubuk Sidup, Kampung Babo, Simpang Kiri, Desa Kaloy, dan Desa Perkebunan Alur Jambu.
Untuk pembangunan yang ditandai dengan groundbreaking saat ini, terdapat dua lokasi yang menjadi bagian dari rencana pembangunan.
"Di Desa Babo akan dibangun sebanyak 246 unit hunian, sementara di Desa Perkebunan Alur Jambu sebanyak 178 unit," ungkapnya.
Dengan demikian, total pembangunan di dua lokasi tersebut mencapai 424 unit hunian tetap.
Sementara, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengatakan bahwa Aceh Tamiang telah melewati berbagai ujian berat, antara lain bencana yang berdampak langsung pada hilangnya tempat tinggal serta rusaknya infrastruktur permukiman warga.
Berita Terkait
-
Hening Cipta di Istana, Prabowo Ajak Rakyat Doakan Korban Bencana NTT dan Wilayah Lain
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
BCA Syariah Bangun 99 Masjid Asmaul Husna Pertama Ar Rahman di Aceh Tamiang
-
Percepat Pembangunan Huntap, Kasatgas Tito Dukung Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB
-
Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi
-
2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026
-
Pengendara Motor di Simalungun Tewas Tertimpa Pohon Tumbang
-
Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Ijazah Gibran Buka Peluang Pemakzulan: dan Pidana Murni...
-
Cara Menghilangkan Noda Kopi di Cangkir, Cukup Pakai Bahan di Rumah