- Badan Gizi Nasional menutup sementara dapur SPPG setelah belasan siswa SD Negeri 060870 Medan mengalami keracunan pada Jumat, 9 Oktober 2026.
- Penyebab gangguan kesehatan diduga berasal dari produk susu merek Greenfields yang telah kedaluwarsa selama satu bulan dalam paket makanan.
- Sebanyak 11 siswa telah dipulangkan dan 6 siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Imelda Medan.
SuaraSumut.id - Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara (Sumut) menutup sementara dapur SPPG yang menyuplai makanan MBG ke SD Negeri 060870 di Jalan Krakatau/Jalan Bilal Medan.
Langkah penutupan sementara ini diambil BGN Sumut buntut belasan siswa SD tersebut dilarikan ke rumah sakit usai menyantap MBG.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara, Yoga Aztrianto, ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Sabtu (10/10/2026).
"Iya betul (SPPG ditutup sementara)," katanya.
Yoga mengatakan diduga penyebab belasan murid SD tersebut mengalami gangguan kesehatan karena produk susu yang expired atau kedaluwarsa.
"Karena susu, susu apa namanya, Greenfields. Itu sudah expired-nya,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai lamanya masa kedaluwarsa produk tersebut, Yoga menegaskan bahwa susu itu sudah kedaluwarsa selama satu bulan.
“Iya, sudah satu bulan memang,” katanya.
Saat ini, 11 orang siswa SD yang sebelumnya sempat dirawat telah dipulangkan. Sedangkan, 6 orang siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Imelda Medan.
Diberitakan sebelumnya, belasan siswa SD Negeri 060870 di Jalan Krakatau Medan dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (9/10/2026) siang.
Belasan siswa SD mengalami gangguan mual, muntah dan lemas kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Imelda Medan.
Heri Setiawan salah seorang keluarga murid berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program MBG.
Ia bahkan meminta agar program tersebut dihentikan apabila dinilai membahayakan keselamatan anak-anak.
“Jadi saran saya buat kepala SPPG atau pemerintah, khususnya kepada Presiden juga, kalau bisa ditutup saja karena sudah terlalu banyak korban,” tukasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Banding Ditolak, 2 Terdakwa Kasus DJKA Medan Tetap Dihukum 4 dan 5 Tahun Penjara
-
MBG dan Hak Publik untuk Mengawasi Setiap Rupiah Uang Negara
-
Apakah Korban Keracunan MBG Bisa Menuntut Jalur Hukum? Ini Hak dan Langkahnya!
-
Keracunan MBG: Antara Kelalaian, Pengawasan, dan Tanggung Jawab Pidana
-
Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
17 Siswa SD di Medan Mual-Muntah Usai Santap MBG, SPPG Ditutup
-
IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar
-
Bobby Nasution soal Ijazah SMA Girban: Sekalian Aja Permasalahkan Gelar Sarjananya
-
Nasabah BRI Private & Prioritas Silakan Nonton di The Premiere XXI Pakai Promo Beli 1 Dapat 2 Tiket
-
Nikmati Free MCU dan Special Offers Privilege Prodia Bagi Nasabah BRI Private serta BRI Prioritas