- Kepala OJK Andi Muhammad Yusuf menyatakan Provinsi Aceh mencapai indeks literasi dan inklusi keuangan syariah tertinggi secara nasional pada 2026.
- Provinsi Aceh mencatatkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 65,18 persen dan indeks inklusi keuangan syariah mencapai 72,76 persen.
- Kepala OJK Aceh Daddi Peryoga menegaskan pihaknya terus memperkuat ekosistem keuangan syariah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
SuaraSumut.id - Provinsi Aceh mencatatkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 65,18 persen dan indeks inklusi keuangan syariah mencapai 72,76 persen.
Capaian tersebut menempatkan Aceh pada peringkat pertama untuk kedua indikator tersebut. Angka ini melampaui indeks nasional, yakni 43,07 persen untuk literasi keuangan syariah dan 13,24 persen untuk inklusi keuangan syariah.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Direktorat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK Andi Muhammad Yusuf.
"Berdasarkan data survei nasional literasi dan inklusi keuangan pada 2026, Provinsi Aceh mencatatkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 65,18 persen dan indeks inklusi keuangan syariah mencapai 72,76 persen," katanya, melansir Antara, Minggu (11/10/2026).
Sementara itu, Kepala OJK Aceh Daddi Peryoga mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan ekosistem keuangan syariah di Aceh.
"Kami terus memperkuat ekosistem keuangan syariah melalui perluasan akses dan peningkatan pemanfaatan produk serta layanan keuangan syariah yang mampu mendukung kegiatan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Menurutnya, keberhasilan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya diukur dari luasnya akses, tetapi juga dari ketepatan pemanfaatan dan manfaat nyata yang masyarakat rasakan.
Oleh karena itu, OJK terus mendorong industri jasa keuangan untuk menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh.
"Keberhasilan inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada perluasan akses, tetapi juga pada kemampuan masyarakat memanfaatkan layanan keuangan secara tepat untuk meningkatkan kesejahteraan," kata Daddi.
Berita Terkait
-
Demi Puas Belanja, Masyarakat Nekat Ajukan Paylater
-
Inflasi AS Jadi Sorotan, Investor Kripto Diminta Cermati Arah Suku Bunga The Fed dan Dinamika Pasar
-
Pertamina EP Rantau Tajak 5 Sumur Baru dan Pulihkan Produksi Migas Pasca-Banjir Aceh Tamiang
-
Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas
-
OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital Setelah Gagal Disehatkan
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo