- Dua remaja tewas dalam kecelakaan antara minibus dan sepeda motor di Aceh Selatan pada Jumat siang.
- Kecelakaan terjadi karena sopir minibus mengantuk sehingga kendaraannya masuk ke lajur kanan dan menabrak korban.
- Sopir minibus yang menyebabkan insiden maut tersebut kini telah diamankan di Pos Satlantas Tapaktuan.
SuaraSumut.id - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Nasional Tapaktuan–Subulussalam, tepatnya di Gampong Ie Jerneh, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan.
Insiden yang melibatkan sebuah minibus Mitsubishi Xpander dan sepeda motor tersebut menyebabkan dua remaja berusia 13 tahun meninggal dunia.
Kedua korban diketahui bernama Mauliza dan Rosi Kalita. Keduanya merupakan warga Gampong Ie Jerneh, Kecamatan Trumon Tengah, Aceh Selatan.
"Kecelakaan melibatkan satu minibus hitam dan satu sepeda motor terjadi pada Jumat (9/10) siang," kata Kasat Lantas Polres Aceh Selatan AKP Aiyub melansir Antara, Mingu (11/10/2026).
Peristiwa berawal saat minibus Mitsubishi Xpander dikemudikan DM (27) melaju dari arah Subulussalam menuju Tapaktuan.
Sopir minibus diduga mengantuk sehingga masuk ke lajur kanan jalan dan Menabrak pengendara sepeda motor.
"Akibat insiden tersebut, sepeda motor rusak parah di bagian depan. Minibus juga mengalami rusak di bagian depan," ujarnya.
"Sopir minibus sudah diamankan di Pos Satlantas Tapaktuan untuk proses hukum lebih lanjut," kata Aiyub.
Bahaya Mengantuk Saat Mengemudi
Mengantuk ketika mengemudi merupakan salah satu kondisi berbahaya karena dapat mengurangi konsentrasi, memperlambat reaksi, dan membuat pengemudi kesulitan mempertahankan kendali kendaraan.
Ketika rasa kantuk muncul, kemampuan seseorang untuk membaca situasi lalu lintas dan merespons perubahan kondisi jalan dapat menurun. Pengemudi juga berisiko terlambat mengerem, kehilangan fokus, atau tanpa sadar mengarahkan kendaraan keluar dari lajurnya.
Karena itu, perjalanan jarak jauh maupun perjalanan dalam kondisi tubuh lelah membutuhkan persiapan yang matang. Pengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika mulai merasa mengantuk.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan saat berkendara:
- Pastikan tubuh cukup istirahat. Hindari mengemudi setelah begadang atau ketika tubuh terasa sangat lelah.
- Berhenti ketika mulai mengantuk. Cari tempat istirahat yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Berita Terkait
-
Tekan Risiko Kecelakaan! Petugas Bersertifikat Disiagakan di 5 Perlintasan Rel Bekasi dan Tangerang
-
Kabut Asap Diduga Batasi Jarak Pandang di Malaysia, Tiga Orang Tewas Kecelakaan
-
Tragis! Sekolah Tutup karena Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Kecelakaan Saat Pulang
-
GWM Tank Tabrak Gerobak dan Motor di Palmerah, Pemotor Tewas di Lokasi
-
63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo