Suhardiman
Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:01 WIB
ilustrasi kecelakaan motor dan mobil. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Dua remaja tewas dalam kecelakaan antara minibus dan sepeda motor di Aceh Selatan pada Jumat siang.
  • Kecelakaan terjadi karena sopir minibus mengantuk sehingga kendaraannya masuk ke lajur kanan dan menabrak korban.
  • Sopir minibus yang menyebabkan insiden maut tersebut kini telah diamankan di Pos Satlantas Tapaktuan.

SuaraSumut.id - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Nasional Tapaktuan–Subulussalam, tepatnya di Gampong Ie Jerneh, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan.

Insiden yang melibatkan sebuah minibus Mitsubishi Xpander dan sepeda motor tersebut menyebabkan dua remaja berusia 13 tahun meninggal dunia.

Kedua korban diketahui bernama Mauliza dan Rosi Kalita. Keduanya merupakan warga Gampong Ie Jerneh, Kecamatan Trumon Tengah, Aceh Selatan.

"Kecelakaan melibatkan satu minibus hitam dan satu sepeda motor terjadi pada Jumat (9/10) siang," kata Kasat Lantas Polres Aceh Selatan AKP Aiyub melansir Antara, Mingu (11/10/2026).

Peristiwa berawal saat minibus Mitsubishi Xpander dikemudikan DM (27) melaju dari arah Subulussalam menuju Tapaktuan.

Sopir minibus diduga mengantuk sehingga masuk ke lajur kanan jalan dan Menabrak pengendara sepeda motor.

"Akibat insiden tersebut, sepeda motor rusak parah di bagian depan. Minibus juga mengalami rusak di bagian depan," ujarnya.

"Sopir minibus sudah diamankan di Pos Satlantas Tapaktuan untuk proses hukum lebih lanjut," kata Aiyub.

Bahaya Mengantuk Saat Mengemudi

Mengantuk ketika mengemudi merupakan salah satu kondisi berbahaya karena dapat mengurangi konsentrasi, memperlambat reaksi, dan membuat pengemudi kesulitan mempertahankan kendali kendaraan.

Ketika rasa kantuk muncul, kemampuan seseorang untuk membaca situasi lalu lintas dan merespons perubahan kondisi jalan dapat menurun. Pengemudi juga berisiko terlambat mengerem, kehilangan fokus, atau tanpa sadar mengarahkan kendaraan keluar dari lajurnya.

Karena itu, perjalanan jarak jauh maupun perjalanan dalam kondisi tubuh lelah membutuhkan persiapan yang matang. Pengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika mulai merasa mengantuk.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan saat berkendara:

- Pastikan tubuh cukup istirahat. Hindari mengemudi setelah begadang atau ketika tubuh terasa sangat lelah.

- Berhenti ketika mulai mengantuk. Cari tempat istirahat yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Load More