Suhardiman
Senin, 12 Oktober 2026 | 11:40 WIB
Ilustrasi rayap. Sumber: Istock.com
Baca 10 detik
  • Lemari kayu rentan rusak akibat rayap yang menggerogoti bagian dalam dan sulit dideteksi sejak dini.
  • Pencegahan dapat dilakukan dengan memakai cat anti rayap, menjauhkan lemari dari ruangan lembap, dan menjaga sirkulasi udara.
  • Pemeriksaan berkala perlu dilakukan untuk mengenali tanda kerusakan seperti serbuk kayu, permukaan berlubang, serta bagian rapuh.

SuaraSumut.id - Lemari kayu menjadi salah satu furnitur rumah yang banyak digunakan untuk menyimpan pakaian, dokumen, hingga berbagai barang berharga. Namun, perabot berbahan kayu ini rentan mengalami kerusakan akibat serangan rayap.

Jika tidak segera ditangani, rayap dapat menggerogoti bagian dalam kayu hingga lemari menjadi rapuh, berlubang, bahkan tidak layak digunakan.

Masalahnya, rayap pada lemari kayu sering kali sulit diketahui sejak awal karena serangga ini dapat menyerang dari bagian dalam. Kerusakan baru terlihat ketika permukaan kayu mulai berlubang, muncul serbuk kayu, atau bagian tertentu terasa rapuh saat disentuh.

Ada sejumlah cara untuk membantu mencegah rayap menyerang lemari kayu di rumah. Mulai dari menjaga kelembapan ruangan, menggunakan pelapis kayu yang sesuai, hingga memeriksa kondisi furnitur secara berkala, langkah-langkah sederhana ini dapat membantu menjaga lemari tetap awet.

1. Gunakan Cat atau Pelapis Kayu Anti Rayap

Salah satu cara mencegah rayap pada lemari kayu adalah menggunakan produk pelindung kayu yang dirancang untuk membantu mengendalikan serangan serangga perusak kayu.

Produk tersebut tersedia di toko bangunan dalam berbagai bentuk, seperti cat kayu, pelapis pelindung, dan bahan pengawet kayu. Sebelum membeli, periksa label untuk memastikan produk memang ditujukan bagi perlindungan terhadap rayap serta sesuai digunakan pada furnitur di dalam rumah.

Ikuti petunjuk pemakaian, termasuk cara mengaplikasikan produk, kebutuhan ventilasi, dan waktu pengeringan. Jangan langsung menggunakan lemari sebelum lapisan benar-benar kering sesuai petunjuk produsen.

Untuk lemari lama, periksa kondisi cat atau lapisannya secara berkala. Jika mulai mengelupas atau rusak, lakukan perawatan sesuai kebutuhan. Pelapisan ulang tidak harus dilakukan pada jadwal yang sama untuk semua produk karena daya tahan setiap bahan berbeda.

Perlu diingat, cat biasa tidak selalu mampu mencegah rayap. Jika lemari sudah menunjukkan tanda serangan, pelapis permukaan saja belum tentu menyelesaikan masalah.

2. Hindari Meletakkan Lemari di Ruangan Lembap

Kelembapan menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan ketika merawat furnitur kayu. Area yang lembap, mengalami kebocoran, atau memiliki sirkulasi udara buruk dapat meningkatkan risiko masalah pada kayu, termasuk mendukung kondisi yang disukai sebagian jenis rayap.

Karena itu, hindari menempatkan lemari di dekat dinding yang sering basah, area bekas kebocoran, atau sudut ruangan yang sulit mendapatkan sirkulasi udara.

Pastikan pula tidak ada air yang merembes dari atap, jendela, maupun pipa di sekitar lemari. Jika ruangan terasa pengap, buka ventilasi secara berkala atau gunakan alat pengurang kelembapan bila diperlukan.

Memberikan sedikit jarak antara lemari dan dinding juga dapat membantu sirkulasi udara serta memudahkan pemeriksaan bagian belakang furnitur. Langkah ini tidak menjamin lemari sepenuhnya bebas rayap, tetapi membantu menjaga kondisi kayu dan mempermudah deteksi dini.

Load More