Suhardiman
Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:25 WIB
Ilustrasi bayi. (Pexels/Lisa from Pexels)
Baca 10 detik
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan orang tua agar mengutamakan keselamatan bayi dalam menghadapi perbedaan pola asuh dengan kakek dan nenek.
  • Pemberian telur mentah kepada bayi berisiko mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi serius dan membahayakan kesehatan anak.
  • Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyarankan keluarga berdiskusi secara santun dan melibatkan kakek-nenek dalam memahami rekomendasi medis terkini.

SuaraSumut.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua agar mengutamakan keselamatan bayi Ketika menghadapi perbedaan pola asuh dengan kakek dan nenek.

Praktik pengasuhan yang diwariskan secara turun-temurun memang sering dilakukan atas dasar pengalaman dan kasih sayang, tetapi tidak semuanya sesuai dengan rekomendasi medis terkini.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), mengatakan orang tua perlu menyampaikan pemahaman mengenai kesehatan bayi secara santun ketika menemukan praktik pengasuhan yang berpotensi membahayakan anak.

“Kita tentu perlu menghormati orang tua dan kakek-nenek, karena pada umumnya mereka memberikan nasihat berdasarkan pengalaman dan rasa sayang kepada cucunya,” kata Piprim, melansir Antara, Selasa (13/10/2026).

Dirinya mengingatkan bahwa ilmu kedokteran terus berkembang sehingga praktik yang dahulu dianggap baik belum tentu terbukti aman berdasarkan pengetahuan medis saat ini.

Menurut Piprim, orang tua dapat mengajak kakek-nenek berdiskusi mengenai cara merawat bayi dan berkonsultasi bersama dokter anak apabila terdapat perbedaan pemahaman.

Contohnya, pemberian telur mentah kepada bayi mungkin dilakukan dengan niat menambah kekuatan atau mempercepat pertumbuhan. Padahal, telur mentah berisiko mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi serius, terutama pada bayi.

Sebelumnya, Piprim menegaskan bahwa telur mentah atau setengah matang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak karena berisiko terhadap keamanan pangan.

“Prinsipnya, tradisi yang baik tentu boleh dipertahankan, tetapi apabila suatu praktik berpotensi membahayakan kesehatan anak, maka keselamatan anak harus didahulukan,” ujarnya.

Piprim menambahkan, pengasuhan bayi merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga yang terlibat dalam perawatannya. Karena itu, kakek-nenek perlu dilibatkan dalam memperoleh informasi kesehatan yang tepat agar memiliki pemahaman yang sama dengan orang tua bayi.

“Kami di IDAI mengajak seluruh keluarga, termasuk kakek-nenek, untuk bersama-sama merawat anak berdasarkan kasih sayang yang dilandasi ilmu pengetahuan,” katanya.

Ia menekankan bahwa rasa sayang kepada cucu perlu disertai pemahaman mengenai keamanan tindakan yang diberikan, termasuk dalam hal pemberian makanan dan perawatan sehari-hari.

Perbedaan pemahaman mengenai pengasuhan bayi kembali menjadi perhatian setelah muncul pemberitaan tentang bayi di Surabaya yang dilaporkan meninggal setelah diduga diberi telur mentah oleh neneknya. Penyebab kematian dalam kasus tersebut tetap perlu mengacu pada keterangan medis yang berwenang.

IDAI mengingatkan keluarga agar memastikan setiap praktik perawatan dan pemberian makanan kepada bayi sesuai dengan usia serta rekomendasi tenaga kesehatan.

Load More