- Pemilik rumah wajib membersihkan talang air secara berkala untuk mencegah kebocoran akibat tumpukan daun kering.
- Pemangkasan dahan pohon yang dekat dengan atap dilakukan untuk mengurangi volume sampah organik di talang air.
- Pemasangan pelindung talang air atau gutter guard berfungsi menghalangi masuknya kotoran tanpa mengganggu aliran air hujan.
SuaraSumut.id - Daun-daun kering yang berguguran saat musim kemarau ternyata bisa menimbulkan masalah bagi pemilik rumah ketika musim hujan tiba. Jika dibiarkan menumpuk di atap dan talang air, dedaunan tersebut berpotensi menyumbat saluran pembuangan air hujan hingga menyebabkan kebocoran dan kerusakan pada bagian rumah.
Masalah ini kerap terjadi pada rumah yang berada di dekat pohon besar atau memiliki banyak pepohonan di halaman. Saat musim kemarau, daun yang jatuh mungkin terlihat sepele. Namun, ketika hujan turun, tumpukan daun dapat menghambat aliran air sehingga air meluap dari talang dan merembes ke bagian bangunan.
Dampaknya tidak hanya membuat dinding menjadi lembap atau meninggalkan noda pada langit-langit. Jika terjadi berulang kali, genangan air dan kelembapan berlebih juga dapat mempercepat kerusakan material bangunan.
Karena itu, pemilik rumah perlu mengetahui cara mencegah talang air tersumbat daun sebelum musim hujan tiba. Perawatan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga aliran air tetap lancar sekaligus mengurangi risiko biaya perbaikan rumah yang tidak sedikit.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga talang air tetap bersih dan berfungsi dengan baik.
1. Bersihkan dan Periksa Talang Air Secara Berkala
Cara pertama untuk mencegah talang air tersumbat adalah melakukan pemeriksaan dan pembersihan secara rutin. Talang air berfungsi menampung serta mengalirkan air hujan dari atap menuju saluran pembuangan. Jika jalurnya terhalang dedaunan, ranting, atau kotoran lain, fungsi tersebut bisa terganggu.
Pemilik rumah disarankan memeriksa talang air setidaknya dua kali dalam setahun. Namun, frekuensi pemeriksaan sebaiknya ditingkatkan apabila rumah berada di dekat pohon yang sering menggugurkan daun.
Jangan hanya membersihkan bagian yang terlihat kotor. Periksa juga apakah ada penumpukan lumpur, ranting kecil, atau kotoran lain yang berpotensi menghambat aliran air.
Selain itu, pastikan talang memiliki kemiringan yang sesuai menuju pipa pembuangan. Kemiringan yang kurang tepat dapat membuat air menggenang dan memperbesar kemungkinan kotoran menumpuk.
Jika ditemukan bagian talang yang retak, sambungan yang longgar, atau pipa pembuangan yang tersumbat, segera lakukan perbaikan. Dengan begitu, masalah kecil dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebocoran yang merusak bagian rumah.
Saat membersihkan talang, utamakan keselamatan. Gunakan tangga yang kokoh, hindari bekerja di tengah hujan atau angin kencang, dan jangan menjangkau bagian yang sulit dijangkau tanpa perlengkapan yang memadai. Untuk rumah bertingkat atau atap yang curam, pertimbangkan menggunakan jasa tenaga profesional.
2. Pangkas Dahan Pohon yang Terlalu Dekat dengan Atap
Langkah berikutnya adalah memangkas dahan pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan atap rumah. Pohon memang memberikan keteduhan dan membuat lingkungan lebih sejuk, tetapi posisi dahan yang terlalu dekat dapat meningkatkan jumlah daun, ranting, dan kotoran yang jatuh ke atap.
Ketika dedaunan terus menumpuk, talang air menjadi lebih cepat kotor dan membutuhkan pembersihan lebih sering. Ranting yang jatuh saat angin kencang bahkan berpotensi merusak genteng atau bagian atap lainnya.
Pemangkasan sebaiknya difokuskan pada dahan yang menjulur ke atas atap atau berpotensi bergesekan dengan bangunan. Langkah ini dapat membantu mengurangi sampah organik yang masuk ke talang air.
Tag
Berita Terkait
-
Tutorial Bersihkan Lem Talang Air, Alkohol Boleh Dipakai?
-
Mengenal Barik, Upaya Olah Limbah Daun Nanas Kelud Menjadi Tekstil Berkelanjutan
-
Tak Hanya untuk Masakan, Daun Pandan Dikembangkan Jadi Bahan Sampo Alami
-
Tradisi Menginang saat Maulid Nabi dan 5 Manfaatnya untuk Kesehatan Mulut
-
Mengapa Daun Berwarna Hijau? Ini Alasan Ilmiahnya
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal di India Akhirnya Pulang ke Indonesia
-
Cara Bersihkan Noda Keringat dari Kasur, Ampuh dan Mudah!
-
Cacing Muncul di Kamar Mandi? Ini 3 Bahan Sederhana untuk Membasminya
-
Jangan Asal Masuk Kulkas! Ini Cara Menyimpan Sayuran agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Busuk
-
3 Cara Mencegah Talang Air Tersumbat Daun, Jangan Tunggu Atap Bocor!