- Seekor orangutan Sumatera bernama Heera korban perdagangan ilegal di India berhasil dipulangkan ke Bandara Kualanamu pada 19 Oktober 2026.
- Sebelum dipulangkan, Heera telah menjalani perawatan medis intensif selama 17 bulan dan rehabilitasi kesehatan di India oleh pusat konservasi GZRRC.
- Pemerintah Indonesia akan melanjutkan proses rehabilitasi lanjutan bagi Heera sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya di Pulau Sumatera.
SuaraSumut.id - Setelah melewati perjalanan panjang dan menjalani perawatan selama kurang lebih 17 bulan di India, seekor orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang menjadi korban perdagangan ilegal akhirnya kembali ke Indonesia.
Orangutan jantan yang kini bernama Heera itu dipulangkan melalui Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut), Senin, 19 Oktober 2026.
Kasus ini bermula ketika otoritas India menyelamatkan Heera dari sebuah apartemen di wilayah Thane, dekat Mumbai, Maharashtra, pada 12 November 2024. Saat ditemukan, usianya diperkirakan baru 18–20 bulan.
Setelah diselamatkan, Heera menjalani perawatan di Greens Zoological Rescue and Rehabilitation Centre (GZRRC) atau Vantara, yang berlokasi di Jamnagar, Gujarat, India.
Selama menjalani perawatan, kondisi kesehatan Heera sempat mengalami gangguan. Ia dilaporkan menderita bronkopneumonia atau infeksi pada saluran pernapasan yang memerlukan penanganan medis secara intensif.
Tim medis GZRRC kemudian melakukan perawatan dan pemantauan secara berkala hingga kondisi orangutan tersebut berangsur-angsur membaik.
Sebelum dipulangkan, Heera menjalani pemeriksaan kesehatan fisik serta serangkaian pengujian laboratorium. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir pada akhir Agustus 2026, ia dinyatakan sehat dan fit to travel atau layak melakukan perjalanan.
Pemeriksaan juga menunjukkan hasil negatif terhadap tuberkulosis (TBC) serta Hepatitis A dan B berdasarkan pengujian yang dilakukan.
Pemulangan Heera terlaksana melalui koordinasi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, termasuk melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai.
Proses tersebut turut melibatkan dukungan pemerintah India, Wildlife Crime Control Bureau (WCCB), serta GZRRC. Fauna Land Indonesia dan Centre for Orangutan Protection (COP), yang menjadi mitra konservasi satwa liar Kementerian Kehutanan, juga berperan dalam koordinasi dan pemulangan tersebut.
Kerja sama lintas negara ini tidak hanya memungkinkan Heera kembali ke Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari penanganan kasus perdagangan satwa liar ilegal yang menjeratnya.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyambut gembira keberhasilan pemulangan orangutan tersebut. Ia menilai kepulangan Heera sebagai kabar yang membanggakan bagi upaya perlindungan satwa liar Indonesia.
“Kita sangat berbangga hati, sangat senang sekali bahwa satu individu orangutan kita yang pernah mengalami illegal trafficking ke India, Mumbai,” ujar Raja Juli Antoni di Terminal Kargo, Bandara Kualanamu.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari koordinasi yang baik dengan otoritas India serta dukungan Vantara (organisasi konservasi satwa liar di India) selama proses rehabilitasi berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli menyampaikan, orangutan Sumatera tersebut juga mendapatkan nama tambahan yang memiliki makna khusus.
Berita Terkait
-
Aktor Bollywood Tiger Shroff Ditembak di Jalanan Mumbai
-
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
-
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca
-
Kabar Mahasiswa Malaysia Bawa 4 Kg Sabu di Tanjung Balai Terbantahkan, Fakta Aslinya Mengejutkan
-
PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal di India Akhirnya Pulang ke Indonesia
-
Cara Bersihkan Noda Keringat dari Kasur, Ampuh dan Mudah!
-
Cacing Muncul di Kamar Mandi? Ini 3 Bahan Sederhana untuk Membasminya
-
Jangan Asal Masuk Kulkas! Ini Cara Menyimpan Sayuran agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Busuk
-
3 Cara Mencegah Talang Air Tersumbat Daun, Jangan Tunggu Atap Bocor!