Suhardiman
Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi siswa di kelas (Unsplash.com/ Kuanish Reymbaev)
Baca 10 detik
  • Dinas Pendidikan Sumut resmi menghentikan Pembelajaran Jarak Jauh dan memberlakukan tatap muka penuh sejak 21 Oktober 2026.
  • Kebijakan tersebut diambil karena pemantauan citra satelit BMKG menunjukkan kualitas udara Sumut membaik dan bebas sebaran asap.
  • Seluruh satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Sumut diinstruksikan melaksanakan sekolah tatap muka dengan kapasitas seratus persen.

SuaraSumut.id - Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara resmi menghentikan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh mulai Rabu, 21 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kualitas udara yang dilaporkan semakin membaik di seluruh wilayah Sumut.

Kadis Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, menyampaikan penghentian PJJ tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 400.3/006/X/2026 tertanggal 20 Oktober 2026 tentang Pemberitahuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Provinsi Sumut.

Melalui kebijakan tersebut, seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah kerja masing-masing diminta kembali melaksanakan pembelajaran secara langsung di sekolah dengan kapasitas 100 persen.

"Menginstruksikan kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan SMA, SMK dan SLB wilayah kerja masing-masing untuk memberlakukan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh (100%) mulai Rabu, 21 Oktober 2026," katanya, Selasa (20/10/2026).

Alexander menyampaikan bahwa pemberlakuan kembali PTM ini sekaligus menandai berakhirnya kebijakan PJJ yang sebelumnya diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk.

Dinas Pendidikan Sumut juga meminta seluruh pihak sekolah memastikan proses peralihan dari pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka berjalan tertib dan lancar.

"Dan memastikan proses transisi dari Pembelajaran Jarak Jauh ke Pembelajaran Tatap Muka berjalan dengan tertib dan lancar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan masyarakat yang berlaku," ungkapnya.

Berdasarkan pemantauan citra satelit pada Selasa (20/10/2026) hingga pukul 12.00 WIB, tidak mendeteksi sebaran asap di wilayah Sumut.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumut berada dalam kategori baik hingga sedang.

“Berdasarkan pemantauan citra satelit pada 20 Oktober 2026 hingga pukul 12.00 WIB, tidak terdapat titik panas di wilayah Sumatera Utara. Sementara itu, sebaran asap juga tidak terdeteksi berdasarkan pemantauan pukul 10.00 WIB,” ujarnya.

Dari hasil analisis angin permukaan, angin bertiup dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara.

Sementara itu, pengamatan di tiga stasiun meteorologi, yakni Stasiun Meteorologi Kualanamu, Aek Godang, dan Silangit, pada pukul 12.00 WIB menunjukkan jarak pandang berkisar antara 6 hingga 10 kilometer.

Kondisi tersebut sejalan dengan hasil pemantauan kualitas udara yang menunjukkan kategori baik hingga sedang di sejumlah wilayah Sumut.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mengikuti perkembangan informasi cuaca, kualitas udara, dan potensi karhutla melalui kanal resmi BMKG.

Load More