- Program SULE-WM hasil kolaborasi lintas sektor berhasil melampaui target dengan mengumpulkan sekitar 4.000 ton sampah plastik.
- Kegiatan Exhibition Day SULE-WM diselenggarakan di Restoran Bumbu Nusantara, Medan, pada hari Kamis, 22 Oktober 2026.
- Perkumpulan Arta Jaya menargetkan pengelolaan 10.000 ton sampah serta pembukaan 100 lapangan kerja pada tahun 2030.
Di Sumatera Utara (Sumut), Perkumpulan Arta Jaya berperan sebagai implementator program yang mendorong penguatan usaha pengelolaan sampah lokal melalui pendampingan, pengembangan model bisnis, serta perluasan jaringan kemitraan. Perkumpulan Arta Jaya telah hadir sejak 2015 dan terus berupaya mengembangkan perannya dalam pengelolaan sampah di Sumatera Utara.
Direktur Perkumpulan Arta Jaya, Armawati Chaniago, mengatakan pendampingan melalui SULE-WM tidak hanya berfokus pada dukungan modal, tetapi juga membangun kemampuan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis secara profesional.
“Jadi, bukan hanya membantu dari sisi modal. Bagaimana pekerjanya dibangun, manajemennya, keuangannya, kemudian bagaimana bermitra dan melakukan negosiasi bisnis. Semua itu benar-benar diajarkan dan didampingi,” ungkap Armawati.
Menurutnya, pembelajaran yang diperoleh melalui program tersebut tidak hanya berlaku bagi sektor persampahan, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai jenis usaha lainnya. Bagi pelaku usaha lokal, program ini menjadi kesempatan untuk mempelajari pola pengembangan bisnis yang lebih terarah, terutama dalam memperkuat manajemen dan memperluas peluang kemitraan.
Dalam pengembangan usahanya, pihaknya menargetkan diri menjadi salah satu perusahaan sosial terdepan di Sumatera Utara yang bergerak dalam pengelolaan sampah secara profesional pada 2030. Target tersebut mencakup pengelolaan 10.000 ton sampah agar tidak berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), pembukaan lebih dari 100 lapangan kerja di sektor persampahan, serta peningkatan keuntungan perusahaan hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.
“Kami ingin menjadi solusi dalam pengolahan sampah. Visi kami, pada 2030 menjadi salah satu perusahaan sosial terdepan di Sumatera Utara yang mengelola sampah secara profesional,” jelas Armawati.
Ia menjelaskan, target tersebut bukan sekadar mimpi, melainkan cita-cita bisnis yang ingin diwujudkan melalui penguatan kapasitas usaha dan strategi pengembangan yang terarah. Menurut Armawati, Program SULE-WM memberikan pembelajaran mengenai tahapan pengembangan bisnis secara menyeluruh, mulai dari penguatan fondasi usaha hingga strategi memperbesar skala bisnis atau scale-up.
“Target kami pada 2030, sebanyak 10.000 ton sampah bisa terserap dan dikelola, membuka lebih dari 100 lapangan kerja, serta keuntungan perusahaan bisa tiga kali lipat dari sekarang. Ini bukan sekadar mimpi, karena melalui program ini kami belajar bagaimana mengembangkan bisnis dari A sampai Z,” katanya.
Armawati berharap, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama program dapat menjadi landasan bagi Arta Jaya untuk memperluas dampak pengelolaan sampah, menciptakan peluang kerja, serta membangun model usaha sosial yang berkelanjutan di Sumatera Utara.
Berita Terkait
-
Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang
-
Olivia Padang dan Perjalanan Mengubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai
-
Sampah Plastik Disulap Jadi Perahu Unik, Festival Cilung Bikin Warga Terpukau
-
Festival Cilung 2026, 43 Perahu Berbahan Puluhan Ribu Sampah Plastik Hiasi Danau Sunter
-
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton
-
Waspada Potensi Banjir di Sumut, BMKG Prediksi Hujan Lebat 23-25 Oktober
-
Pegadaian-OJK Sumut Edukasi Mahasiswa soal Investasi Emas dan Bahaya Pinjol Ilegal
-
Polisi Gerebek Bengkel Motor yang Dijadikan Gudang Vape Narkoba di Deli Serdang
-
Buku Nikah Hilang atau Rusak? Ini Syarat dan Cara Mengurus Penggantinya