Pandemi Covi-19, Wisatawan Lokal Dongkrak Ekonomi Wisata di Aceh

"Jadi, selama ini sektor wisata di Aceh hanya mengandalkan kunjungan wisatawan lokal saja untuk menghidupkan pundi-pundi ekonomi masyarakat," katanya.

Chandra Iswinarno
Kamis, 17 Desember 2020 | 10:46 WIB
Pandemi Covi-19, Wisatawan Lokal Dongkrak Ekonomi Wisata di Aceh
Dua orang wisatawan asal Jakarta dan Bandung, Jawa Barat melakukan swafoto di depan Tugu Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Teuku Umar Johan Pahlawan di kawasan wisata sejarah di Desa Ujong Kalak, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (18/11/2020). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Selanjutnya pada 2020, lanjut dia, kunjungan wisman ke Aceh terjadi pada Januari sebanyak 3.982 orang, Februari 4.030 orang, Maret 2.389 orang dan April satu wisman. Sedangkan mulai Mei hingga Oktober tidak ada warga asing yang berkunjung ke Aceh.

"Selama pembatasan penerbangan dan pelayaran luar negeri, maka jumlah kedatangan wisman pada bulan Oktober pun menjadi tidak ada," jelasnya.

Sepanjang tahun, lanjut dia, warga asing yang paling banyak berwisata ke Aceh berasal dari negara ASEAN, yakni mencapai 8.936 orang, Eropa 689 orang, Asia tanpa ASEAN 457 orang, Amerika Serikat 142 orang, Oseania 123 orang, Timur Tengah 34 orang dan Afrika 21 orang, sehingga total 10.402 orang.

Covid-19 dinilai menjadi penyebab penurunan kunjungan wisatawan asing ke daerah Tanah Rencong. Kasus perdana positif virus corona di provinsi paling barat Indonesia itu terdeteksi pada akhir Maret 2020.

Baca Juga:Liburan, Tempat Wisata dan Rumah Makan Jogja Ditutup jika Tak Taat Prokes

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini