Longsor di Area PLTA Batang Toru: Setop Pembangunan Wilayah Rawan Bencana

Untuk itu, Walhi Sumut meminta setop pembangunan di wilayah rawan bencana itu.

Suhardiman
Jum'at, 30 April 2021 | 16:10 WIB
Longsor di Area PLTA Batang Toru: Setop Pembangunan Wilayah Rawan Bencana
Tim gabungan mencari korban longsor di area PLTA Batang Toru. [Ist]

Kemudian, longsor juga disebabkan oleh terbukanya lahan hutan.

"Tidak ada lagi pengikat (air hujan), terbukanya lahan terkait penebangan kayu dan lain. Dan itu jelas karena kegiatan disana," jelas Jaya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menduga kalau di seputaran areal PLTA Batang Toru, rentan terjadi bencana alam.

Oleh karenanya, Jaya berharap, menjadikan ini pembelajaran oleh pihak terkait, agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga:Ketemu Para Ketua Partai, Airlangga Sedang Mengaspal Jalan Menuju 2024

"Sudah kita duga akan terjadi, disitu kan pusat gempa. Jangan disalahkan alam, harusnya jadi pelajaran, dicari apa persoalannya, oh ini ada daerah gempa, rentan longsor diperkuat tebing-tebingnya, begitu juga yang lainnya," katanya.

Tidak Ada Kaitan dengan Aktifitas PLTA Batang Toru

Sementara, Kabag Humas Pemda Tapanuli Selatan, Isnut Siregar saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa penyebab longsor karena cuaca ekstrem.

"Perlu ditegaskan bahwasanya kejadian ini murni bencana alam akibat tingginya curah hujan selama 3 hari berturut-turut sehingga kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan aktifitas di PLTA Batang Toru," katanya.

Isnut menyampaikan, kejadian ini berada di tanah rakyat atas nama D Siregar. Di lokasi itu ada rumah yang ditempati seorang penjaga tanah D Siregar bermarga Waruwu.

Baca Juga:Lihat Pintu Terbuka, Pasien Covid-19 Kabur dari Ruang Isolasi

Saat hujan deras, sesaat sebelum longsor, Isnut mengatakan sebagai tanggungjawab moral pihak manajemen PLTA Batang Toru (NSHE dan Sinohydro) menuju lokasi tersebut dengan harapan pemilik rumah tersebut dapat meninggalkan lokasi akibat curah hujan yang cukup tinggi.

"Namun nasib nahas 3 orang karyawan telah mengalami korban akibat longsor tersebut dan sampai saat ini masih dalam tahap pencarian," tukasnya.

Diketahui, longsor yang terjadi menyebabkan 3 orang meninggal dunia. Sedangkan 9 lainnya masih dalam pencarian.

"Korban meninggal dunia ditemukan sekira pukul 08.30 WIB," kata Kepala Kantor SAR Medan Toto Mulyono, melalui Humas Sariman Sitorus.

Ia mengatakan, ketiga korban yang belum diketahui identitasnya dievakuasi ke rumah sakit.

"Korban dua perempuan (dewasa dan anak-anak), dan satu laki anak laki-laki," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini