Selain itu, perbaiki tata kelola perizinan proyek di Lansekap Batang Toru, bahwa pembangunan PT.NSHE minim mitigasi kebencanaan.
Tidak Hanya Karena Faktor Alam
Sementatra itu, aktivis lingkungan Sumatera Utara, Jaya Arjuna menyebut, penyebab longsor itu tidak hanya disebabkan oleh faktor alam yakni curah hujan tinggi.
Ada penyebab lain yang menyulut bencana alam mulai dari getaran truk, hingga perambahan hutan.
Baca Juga:Ketemu Para Ketua Partai, Airlangga Sedang Mengaspal Jalan Menuju 2024
"Tidak mungkin berdiri sendiri (faktor alam), ada penyebab lainnya, yang pertama ada gempa kecil, datang hujan lebat, runtuh. Ada kegiatan truk, bermuatan berat, ada geetaran juga bisa longsor," kata Jaya SuaraSumut.id.
Kemudian, longsor juga disebabkan oleh terbukanya lahan hutan.
"Tidak ada lagi pengikat (air hujan), terbukanya lahan terkait penebangan kayu dan lain. Dan itu jelas karena kegiatan disana," jelas Jaya.
Ia mengatakan, pihaknya sudah menduga kalau di seputaran areal PLTA Batang Toru, rentan terjadi bencana alam.
Oleh karenanya, Jaya berharap, menjadikan ini pembelajaran oleh pihak terkait, agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga:Lihat Pintu Terbuka, Pasien Covid-19 Kabur dari Ruang Isolasi
"Sudah kita duga akan terjadi, disitu kan pusat gempa. Jangan disalahkan alam, harusnya jadi pelajaran, dicari apa persoalannya, oh ini ada daerah gempa, rentan longsor diperkuat tebing-tebingnya, begitu juga yang lainnya," katanya.