“Saya kira standard semua orang sudah terangkat,” kata McKeon. “Terutama dalam beberapa tahun terakhir ini kami punya begitu banyak orang yang saling memacu diri. Adu cepat satu sama lain membuat kami bisa menaikkan standard dan saling mendorong. Itu membantu sekali.”
McKeon memenangi total empat medali dalam Olimpiade Rio 2016. Dua emas pada hari terakhir membuat dia menyamai dua legenda renang Australia, Ian Thorpe dan Leisel Jones, sebagai atlet terbanyak mempersembahkan medali kepada negaranya.
Sehari sebelum final 50 meter gaya bebas putri dan estafet 100m gaya ganti, McKeon memecahkan rekor baru Olimpiade dengan 24,00 detik pada nomor sprint 50m gaya bebas.
Saat itu McKeon ditanya wartawan, apakah dia bisa memenangi dua nomor final yang hanya terpaut satu jam.
Baca Juga:Mengenal Ranomi Kromowidjojo, Atlet Renang Belanda yang Ternyata Keturunan Jawa
McKeon menjawab, “saya tahu saya bisa menangani hal itu dan fakta itu estafet, malah membuat Anda bersemangat.”
Kenyataannya pagi hari tadi, Mckeon memang sesemangat ucapan dia sehari sebelumnya itu, hingga dua medali emas pun tak lari ke mana selain mengalungi lehernya untuk membuatnya total memperoleh tujuh medali dari satu Olimpiade selama sembilan hari berlomba.
Dan medali keenam dan ketujuhnya di Tokyo 2020 itu membuat McKeon mencetak sejarah baru Olimpiade. Dia yang terbaik. (Antara)