Mahalnya Kedelai Bisa Picu Kenaikan Harga Pangan di Sumut

masalah baru muncul akibat pelaku usaha yang menutup usahanya, yakni penambahan angka pengangguran hingga kemiskinan.

Suhardiman
Selasa, 22 Februari 2022 | 16:48 WIB
Mahalnya Kedelai Bisa Picu Kenaikan Harga Pangan di Sumut
Perajin tempe sedang memproses kedelai menjadi tempe. [Suara.com/M.Aribowo]

"Jadi kalau kedelai harganya naik dan langka, harga kebutuhan pangan lainnya bisa ikut naik juga. Pengendalian inflasi kian rumit tentunya, dan daya beli masyarakat turun," imbuhnya.

Pemicu kenaikan harga didominasi oleh permintaan yang tinggi di China. Ditambah lagi kenaikan harga energy seperti minyak dunia yang memicu kenaikan harga kedelai termasuk juga harga minyak sawit.

"Kalau di tarik data, tren harga kedelai dunia itu naik sejak Oktober 2021," bebernya.

Untuk meredam efek domino kenaikan harga kedelai, kata Gunawan, dalam jangka pendek kedelai harus disubsidi pemerintah.

Baca Juga:5 Rekomendasi Hero Mobile Legends Terkuat Push Rank, Wajib Banget Dicoba

"Jalan keluar jangka pendeknya memang kedelai ini harus disubsidi," katanya.

Kemudian, jangka menengah dengan melakukan pembelian secara berjangka komoditas kedelai di pasar internasional.

Meskipun kebijakan itu tetap bisa menuai untung rugi, terlebih jika membeli di harga sekarang namun harga kedelai mengalami penurunan setelahnya, atau sampai saat kontrak pembelian jatuh tempo.

"Jalan keluar jangka panjangnya memang harus swasembada kedelai, meskipun bukan perkara yang mudah," ungkapnya.

Kontributor : M. Aribowo

Baca Juga:Blak-blakan, Mantan Suami Mawar AFI Klarifikasi Dugaan Selingkuh

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini