Ekspor dari Sumut Pada Januari Turun 15,87 Persen Dibandingkan Desember Tahun Lalu yang Mencapai 1,4 Miliar Dolar US

Ekspor yang dilakukan melalui pelabuhan muat di Sumatera Utara (Sumut) pada Januari 2022 menurun dibanding bulan sebelumnya, Desember 2021.

Chandra Iswinarno
Rabu, 02 Maret 2022 | 16:20 WIB
Ekspor dari Sumut Pada Januari Turun 15,87 Persen Dibandingkan Desember Tahun Lalu yang Mencapai 1,4 Miliar Dolar US
Ilustrasi ekspor-impor. [ANTARA]

SuaraSumut.id - Ekspor yang dilakukan melalui pelabuhan muat di Sumatera Utara (Sumut) pada Januari 2022 menurun dibanding bulan sebelumnya, Desember 2021. 

Kepala Badan Pusat Statistik Wilayah Sumatera Utara (BPS Sumut) Nurul Hasanudin mengemukakan, nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumut hanya US$ 956,41 juta atau turun sebesar 15,87 persen dibanding pada Desember 2021 yang mencapai US$ 1,14 miliar.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan nilai impor melalui Sumut pada Januari 2022 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$ 529,29 juta atau naik 16,24 persen dibanding Desember 2021 yang sebesar US$ 455,34 juta.

Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin. [Tangkapan layar/Warta Ekonomi]
Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin. [Tangkapan layar/Warta Ekonomi]

Ia merinci, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar Sumut pada Januari 2022 dibanding Desember 2021, yakni golongan sabun dan preparat pembersih US$ 7,92 juta atau  naik 22,41 persen.

Baca Juga:Sektor Pertambangan Sumsel Merosot 67 Persen, Gegara Larangan Ekspor Batu Bara Awal 2022

"Ekspor ke Amerika Serikat pada Januari 2022 merupakan yang terbesar, yaitu US$ 138,16 juta, diikuti Tiongkok sebesar US$ 116,93 juta, India sebesar US$ 84,38 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,49 persen," katanya seperti dikutip Wartaekonomi.co.id-jaringan Suara pada Rabu (2/3/2022).

Kemudian berdasarkan kelompok negara utama tujuan ekspor pada Januari 2022,  paling besar di kawasan Asia (di luar ASEAN) dengan nilai US$324,98 atau 33,98 persen.

"Sementara, nilai impor menurut golongan penggunaan barang Januari 2022 dibanding Desember 2021, barang modal dan barang konsumsi turun masing-masing sebesar 6,02 persen dan 10,82 persen, sedangkan bahan baku/penolong naik sebesar 23,80 persen," ujarnya.

Selain itu, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar yakni, bahan bakar mineral US$ 19,75 juta atau 24,61 persen. 

"Nilai impor Januari 2022 dari Tiongkok merupakan yang terbesar, yaitu US$ 144,73 juta dengan perannya mencapai 27,34 persen dari total impor Sumatera Utara, diikuti Singapura sebesar 96,72 juta (18,27 persen), dan Malaysia sebesar US$ 39,85 juta (7,53 persen)," katanya.

Baca Juga:Tegas! Presiden Jokowi akan Stop Ekspor Bahan Mentah: Sejak Zaman VOC Kita Tidak dapat Apa-apa

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini