Bukan hanya robot trading, Fakar mengaku juga membuat buku edukasi, dimana buku yang ditulis itu bisa dipakai di semua mau forex bahkan binary.
Fakarich juga mengaku bahwa ia bukan menghilang. Dirinya juga mengaku sedih.
Kantor milik Fakarich harus tutup dan ia harus mengganti rugi kerugian yang terjadi.
"Gue bukan ngilang, gue sedih bro," tulisnya.
"Karena kasus Indra dan Doni, kantor gue sekarang harus tutup, semua pegawai gue udah gue pecat dan gue harus membayar banyak untuk hal itu. Investor gue cabut dana gara-gara kasus ginian. Padahal project AirSignal, fakarsitek, tridee gue belum kelar gue harus ganti rugi yang cukup banyak," katanya.
Baca Juga:Minyak Goreng Rp14 Ribu Hilang di Batam, Gustian Riau: Ditegur Kempetitor karena Rusak Harga Pasar
Fakarich juga menyampaikan jika keluarganya menjadi sasaran hujat oleh warganet.
"Anak bini gue di DM in hujatan, YouTube and IG gue di report sampai di Facebook gue diserang," tulisnya.
"Gue minta tolong dengan sangat mohon kondusif, gue lumayan banyak dirugikan hal ini. Padahal gue cuma edukasi dan satu lagi uang gue gak sampai ratusan M (miliar). Kalau udah ratusan M, gak harus merintis gue membangun AirSignal. Gak harus merintis gue jualan kelas, buku, bahkan robot Signal fakartrading," sambungnya.
Fakar juga memperingatkan berbagai pihak agar tidak menggoreng-goreng persoalan binary option dan terus menyeret-nyeretnya.
"Istri gue lagi hamil gue gak mau buat dia stress, maaf bro untuk kalian udalah gue tau kalian mau cari makan dengan gorengan, tapi gak gini caranya. Hayuk untuk yang lebih baik coba dengan edukasi yang mencerdaskan," pintanya.
Sementara itu, saat wartawan mencoba mengkonfirmasi mengenai hal ini, nomor handphone Fakar tidak aktif. Begitu juga dengan WhatsAppnya.