"Modus operandinya awalnya drum berisi oli dan akan dimasukkan ke dalam tandon, dan tandon-tandon itu barulah mengenakan selang langsung dituangkan ke dalam masing-masing kemasan satu liter," cetusnya.
"Jadi mereka mengemas sendiri, lalu dipacking dan di-distribusikan di wilayah Sumatera Utara," sambungnya.
Pihaknya masih mendalami sudah berapa lama gudang pembuatan oli palsu ini beroperasi dan dari mana mendapatkan bahan bakunya. Polda Sumut mengimbau masyarakat agar berhati-hati bila membeli oli dengan kadar satu liter.
"Hati-hati membeli oli dengan kadarnya seperti yang disampaikan tadi, ada yang satu liter ini harus hati-hati," katanya.
Baca Juga:Kalahkan Persikabo 1973, Arema FC Raih Kemenangan Perdana di Musim Ini
Kontributor : M. Aribowo