Saat ini fungsi dari Istana Maimun sudah berubah menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
"Yang pertama yang berubah itu fungsinya di mana sekarang ini menjadi obyek wisata, karena dia ikon Kota Medan, cagar budaya, perlu kita lestarikan jadi fungsinya bukan lagi seperti dulu tempat pertemuan orang besar," imbuhnya.
Dirinya mengaku pengunjung kebanyakan datang dari daerah-daerah yang tidak jauh dari Medan. Pengunjung yang datang biasanya dari kalangan pelajar, mahasiswa, wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara.
"Kunjungan perhari rata-rata 300 sampai 400 orang kalau weekend itu bisa sampai di atas 1000," jelas Tengku Reizan.
Baca Juga:Ulasan Buku 'Belajar Gagal dari Tokoh-Tokoh Sukses Dunia', Jangan Takut dengan Kegagalan!
Istana Maimun ini bisa dikembangkan bersama pemerintah bekerja sama dengan heritage memiliki potensi pariwisata yang luar biasa.
"Tapi banyak yang belum kita gali dari sini, karena pemerintah belum berminat 100 persen berkolaborasi," katanya.
Ada banyak spot menarik dari Istana Maimon, seperti Meriam Puntung, wahana permainan anak seperti naik kuda atau becak mini, hiburan musik tradisional Melayu, penjualan aksesoris khas Melayu hingga gerai kuliner juga lengkap. Bahkan, pihak pengelola berencana untuk melakukan pengembangan wisata air di Istana Maimun.
"Di belakang Istana Maimun ini ada Sungai Deli yang sejarahnya cukup menarik. Kenapa dibilang Sungai Deli tentunya berhubungan dengan Kerajaan Deli," kata Tengku Reizan.
"Menurut informasi dari sejarah yang saya tahu, ada jalur di belakang Maimun ini lintasan untuk perahu besar-besar, jadi kalau misalnya nanti disetujui kemungkinan nanti akan dibuka nanti wisata air," sambungnya.
Pihaknya sudah menghubungi pihak kementrian, pihak BWS dan berencana ke Kadis Pariwisata untuk sharing dan konsultasi.