- Seorang pelajar berusia 14 tahun tewas tersambar petir saat bermain hujan di Desa Wek IV, Tapanuli Selatan, Sabtu lalu.
- Kejadian tragis bermula ketika korban sedang beraktivitas di luar rumah bersama teman-temannya di tengah guyuran hujan deras.
- Pihak kepolisian menyatakan kematian korban murni akibat faktor alam setelah upaya pertolongan medis di puskesmas tidak berhasil.
SuaraSumut.id - Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, kembali diguncang peristiwa tragis. Seorang pelajar bernama Ramadhan Nola Sitompul (14) meninggal dunia setelah tersambar petir saat bermain hujan di depan rumahnya pada Sabtu kemarin.
Insiden memilukan ini terjadi di Desa Wek IV Kampung Baru. Peristiwa tersebut langsung mengundang duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat sekitar.
Kapolsek Batang Toru, Penggar M. Siboro, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Saat kejadian korban berada di luar rumah bersama beberapa temannya.
"Mereka bermain hujan sambil mengambil tebu di sekitar pekarangan depan rumah korban," katanya melansir Antara, Senin, 20 April 2026.
Setelah itu, mereka duduk di depan rumah sambil memakannya. Situasi terlihat biasa saja, meski hujan semakin deras. Namun tiba-tiba petir menyambar dengan keras dan mengenai tubuh korban.
"Korban langsung pingsan di lokasi. Temannya segera berlari memberi tahu orang tua korban,” ujarnya.
Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Batang Toru untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian tidak menemukan adanya unsur lain selain faktor alam dalam peristiwa tersebut.
“Atas kejadian ini, kami mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di luar rumah saat hujan deras disertai petir. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Kapolsek.
Jenazah korban telah dimakamkan pada Minggu siang sekitar pukul 12.30 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.