- Mencabut charger dari stopkontak saat tidak dipakai dapat mengurangi potensi kerusakan akibat lonjakan listrik.
- Kebiasaan melepas adaptor charger yang tidak digunakan membantu mencegah risiko kebakaran akibat panas berlebih.
- Melepaskan pengisi daya yang selesai dipakai mampu menghemat konsumsi listrik dari daya siaga secara jangka panjang.
SuaraSumut.id - Penggunaan perangkat elektronik di rumah semakin tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari HP, laptop, kamera pengawas, tablet, smartwatch hingga perangkat rumah pintar, hampir semuanya membutuhkan listrik untuk mengisi daya atau tetap berfungsi.
Karena alasan praktis, tidak sedikit orang yang memilih membiarkan charger tetap tercolok di stopkontak meski perangkat sudah selesai diisi daya. Biasanya, charger dibiarkan begitu saja karena akan digunakan kembali beberapa jam kemudian.
Namun, kebiasaan tersebut ternyata tidak selalu ideal. Selain berkaitan dengan konsumsi listrik, charger yang terus terhubung ke stopkontak juga memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, terutama jika adaptor atau instalasi listrik yang digunakan memiliki masalah.
Lantas, apa saja manfaat mencabut charger dari stopkontak ketika sudah tidak digunakan?
1. Mengurangi Risiko Kerusakan Akibat Lonjakan Listrik
Salah satu alasan penting untuk mencabut charger adalah mengurangi potensi kerusakan akibat lonjakan listrik atau power surge. Lonjakan listrik dapat terjadi akibat berbagai kondisi, termasuk gangguan pada jaringan listrik, perubahan pasokan energi maupun faktor cuaca tertentu.
Ketika charger masih terhubung dengan stopkontak, adaptor tersebut tetap berada dalam kondisi tersambung dengan jaringan listrik. Karena itu, mencabut charger ketika tidak diperlukan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan terhadap risiko tersebut.
Meski mencabut charger bukan berarti dapat menjamin perangkat terbebas dari kerusakan akibat lonjakan listrik, kebiasaan ini tetap dapat menjadi bagian dari langkah keamanan kelistrikan di rumah.
2. Membantu Mengurangi Risiko Kebakaran
Keamanan dari risiko kebakaran menjadi alasan lain mengapa charger sebaiknya tidak dibiarkan terus terhubung jika memang sudah tidak diperlukan.
Adaptor charger dapat menghasilkan panas ketika digunakan. Kondisi menjadi lebih berisiko apabila charger memiliki kualitas buruk, mengalami kerusakan, digunakan dalam kondisi tidak sesuai, atau terhubung dengan instalasi listrik yang bermasalah.
Mencabut adaptor dapat menghilangkan risiko kebakaran yang berasal dari adaptor yang mengalami panas berlebih. Risiko tersebut perlu mendapat perhatian lebih ketika perangkat dengan konsumsi daya besar digunakan, termasuk perangkat seperti sepeda listrik.
Namun, perlu dipahami bahwa charger yang tercolok tidak otomatis akan menyebabkan kebakaran. Risiko sangat dipengaruhi oleh kualitas adaptor, kondisi kabel, ventilasi, stopkontak, instalasi listrik dan cara penggunaan.
Karena itu, selain mencabut charger yang tidak digunakan, masyarakat juga perlu menghindari penggunaan adaptor yang kabelnya rusak, mengelupas, berubah bentuk, mengeluarkan bau terbakar atau terasa terlalu panas.
3. Menghemat Konsumsi Listrik