- Air rumah keruh disebabkan oleh berbagai faktor seperti pencemaran sumber air, endapan tanah, dan pipa berkarat.
- Empat cara mengatasi air keruh meliputi penggunaan filter air, pengendapan, pembersihan tandon, dan pengolahan air.
- Kejernihan air tidak menjamin keamanan air sehingga pengujian kualitas tetap diperlukan untuk konsumsi.
Endapan pasir, lumpur, lumut, dan kotoran dapat menumpuk di dasar tandon. Ketika air masuk dengan tekanan tinggi atau tandon terguncang, endapan tersebut bisa tercampur kembali sehingga air yang keluar dari keran terlihat keruh.
Karena itu, jangan hanya fokus pada sumber air. Periksa juga tandon, bak penampungan, keran, dan saluran air.
Pembersihan secara berkala dapat membantu menjaga kualitas air sekaligus mencegah penumpukan kotoran. Jika air tiba-tiba berubah warna setelah jaringan air mengalami gangguan atau perbaikan, saluran dan tandon juga perlu diperiksa.
4. Gunakan Sistem Pengolahan Air Sesuai Masalahnya
Jika air tetap keruh meskipun sudah disaring dan tandon sudah dibersihkan, kemungkinan ada masalah lain pada kualitas sumber air.
Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya jangan asal menambahkan bahan kimia atau menggunakan metode tertentu tanpa mengetahui penyebabnya. Lakukan uji kualitas air terlebih dahulu, terutama jika air akan digunakan untuk memasak atau minum.
Pengujian dapat membantu mengetahui parameter yang bermasalah sehingga metode pengolahan bisa dipilih secara tepat. Sistem pengolahan air untuk konsumsi juga dapat berbeda dengan filter yang hanya ditujukan untuk mengurangi kekeruhan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah kejernihan bukan satu-satunya indikator keamanan air. Air yang tampak bening tetap dapat mengandung mikroorganisme atau zat terlarut yang tidak terlihat dengan mata.