- Anggota DPRD Madina, Binsar Nasution, ditikam petani bernama Muhammad Yusuf Pulungan pada Sabtu, 3 Oktober 2026 sore.
- Peristiwa penusukan itu terjadi di Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Siabu, usai korban merampungkan kegiatan reses.
- Korban menderita luka tusuk dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Siabu sementara pelaku telah diamankan polisi.
SuaraSumut.id - Suasana setelah kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Siabu, mendadak berubah panik.
Seorang anggota DPRD Madina, Binsar Nasution, diduga menjadi korban penikaman pada Sabtu (3/10/2026) sore.
Peristiwa itu terjadi di samping rumah warga bernama Husnah Lubis. Saat itu, Binsar bersama rekannya, Afner, disebut sempat berhenti untuk berbincang setelah menyelesaikan kegiatan reses.
Tak lama berselang, seorang pria datang menghampiri korban dan merangkulnya dari arah belakang.
Korban dan rekannya diduga tidak mengetahui bahwa pria tersebut membawa senjata tajam. Sejurus kemudian, pria itu lalu melancarkan penusukan terhadap korban.
"Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian leher sebelah kanan dan punggung sebelah kanan," kata Kapolsek Siabu Iptu Ahmad Juli Nasution kepada SuaraSumut.id, Minggu (4/10/2026).
Ia mengatakan korban yang merasa kesakitan kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari. Namun, terduga pelaku disebut masih mengejar korban hingga akhirnya korban terjatuh di halaman rumah Husnah Lubis. Mendapat informasi kejadian tersebut, personel Polsek Siabu bergerak cepat ke lokasi.
"Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Siabu untuk mendapatkan penanganan medis," kata Iptu Ahmad Juli.
Ia mengatakan pihaknya juga mengamankan seorang pria yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Pelaku diketahui bernama Muhammad Yusuf Pulungan (60), seorang petani yang berdomisili di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.
Dari pemeriksaan awal, kata Ahmad Juli, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan lama mengenai harta warisan yang sebelumnya telah dijual kepada korban.
"Dugaan motif tersebut masih terus didalami," ungkapnya.
Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian, dalam perkara tersebut.
Kontributor : M. Aribowo