- Keramik kamar mandi dapat menguning akibat zat besi, sisa sabun, kelembapan, bahan kimia, asap rokok, dan jenis keramik.
- Permukaan keramik yang menguning dapat dibersihkan menggunakan baking soda, cuka, cairan pembersih khusus, atau perasan lemon.
- Penggunaan bahan kimia keras seperti asam klorida memerlukan kehati-hatian tinggi dan tidak boleh dicampur dengan pembersih lain.
SuaraSumut.id - Lantai dan dinding keramik kamar mandi yang awalnya putih dan bersih lama-kelamaan bisa berubah warna menjadi kuning. Noda kuning pada keramik bukan hanya membuat kamar mandi terlihat kusam, tetapi juga sering membuat permukaan lantai seolah-olah kotor meskipun sudah rutin dibersihkan.
Masalah keramik kamar mandi menguning cukup umum terjadi, terutama pada area yang sering terkena air, sabun, produk perawatan tubuh, maupun bahan pembersih tertentu. Jika tidak segera ditangani, noda dapat semakin menempel dan lebih sulit dihilangkan.
Lantas, kenapa keramik kamar mandi bisa menguning? Ternyata penyebabnya tidak hanya karena kotoran. Ada beberapa faktor yang dapat membuat permukaan keramik berubah warna.
Penyebab Keramik Kamar Mandi Menguning
Sebelum mencoba berbagai cara membersihkan keramik, penting mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Dengan begitu, metode pembersihan dapat disesuaikan dengan jenis noda dan kondisi keramik.
1. Kandungan zat besi dalam air
Salah satu penyebab lantai keramik menguning adalah air yang memiliki kandungan zat besi cukup tinggi. Ketika air tersebut terus-menerus mengenai permukaan keramik dan mengering, mineral dapat meninggalkan noda berwarna kekuningan atau kecokelatan. Noda seperti ini biasanya lebih terlihat pada keramik berwarna putih atau terang.
2. Sisa sabun dan produk perawatan tubuh
Sampo, sabun, conditioner, body lotion, hingga produk perawatan tubuh lainnya dapat meninggalkan residu di permukaan keramik. Jika tidak dibersihkan secara rutin, residu tersebut dapat menumpuk dan membuat keramik tampak kusam serta menguning.
3. Air kotor dan kelembapan
Kamar mandi merupakan ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi. Air kotor yang menggenang terlalu lama dapat mempercepat munculnya jamur, bakteri, dan kotoran yang menempel pada permukaan keramik. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan nat keramik berubah warna.
4. Penggunaan bahan kimia tertentu
Produk pembersih, semprotan aerosol, hingga bahan kimia tertentu dapat meninggalkan residu apabila digunakan secara berlebihan atau tidak dibilas dengan baik. Karena itu, jangan beranggapan bahwa semakin banyak cairan pembersih digunakan, semakin bersih pula keramik.
5. Asap rokok
Asap rokok juga dapat meninggalkan residu pada berbagai permukaan. Jika kamar mandi berada di area yang sering terpapar asap rokok, permukaan keramik berpotensi menjadi kusam dan mengalami perubahan warna.