- CEO Google Cloud Thomas Kurian memperkenalkan Gemini sebagai agen AI yang membantu pekerjaan lewat satu prompt pada Minggu, 11 Oktober 2026.
- Teknologi ini terintegrasi dengan berbagai platform dan sistem perusahaan untuk menjalankan tugas secara mandiri, termasuk pengelolaan data dan pembuatan kode.
- Fitur keamanan Gemini mencakup identitas agen, log aktivitas, izin berbasis peran, serta pemantauan melalui jejak audit dan Agent Sandbox.
SuaraSumut.id - Google Cloud memperkenalkan kemampuan baru Gemini sebagai agen kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan melalui satu kolom prompt.
Teknologi ini memungkinkan pengguna mengolah informasi, menjawab pertanyaan, membuat konten, hingga coding.
“Gemini memahami konteks bisnis dan mendukung beragam kebutuhan, mulai dari mengolah informasi dan menjawab pertanyaan hingga membuat konten dan coding, semuanya melalui satu kolom prompt,” kata CEO Google Cloud Thomas Kurian, melansir Antara, Minggu (11/10/2026).
Thomas mengatakan, Gemini dapat merencanakan pekerjaan, memanfaatkan skills dan tools, serta terhubung dengan sistem perusahaan untuk membantu menghasilkan pekerjaan di dalam dokumen, inbox, dan lingkungan pengembangan yang digunakan pengguna.
Pengguna cukup menjelaskan tujuan tanpa harus merinci setiap langkah pengerjaan. Fitur Unified Agent menggabungkan kemampuan percakapan, penyelesaian tugas secara mandiri, dan pembuatan kode dalam satu antarmuka.
Pengguna dapat memberikan tugas, menjadwalkan pekerjaan, atau mengatur Gemini agar merespons peristiwa tertentu. Kemudian melalui Omnipresent Access, Gemini dapat digunakan melalui web, ponsel iOS dan Android, komputer Windows dan Mac, serta kanal seperti command line, Google Workspace, Microsoft 365, dan Slack.
Sementara Persistent Execution memungkinkan tugas yang membutuhkan waktu berjam-jam atau berhari-hari tetap berjalan di cloud meskipun laptop ditutup.
Thomas menyebut Gemini dapat membentuk tim agen sementara untuk menangani bagian pekerjaan tertentu secara paralel maupun berurutan. Setiap agen memiliki identitas sendiri dan aksesnya dibatasi berdasarkan konteks yang diberikan pengguna atau anggota tim.
Kemampuan Deeply Contextual memungkinkan Gemini memanfaatkan konteks dari perangkat kerja, data, dan riwayat pekerjaan.
Berikutnya pada model Choice Flexibilit, memungkinkan Gemini memilih model yang sesuai untuk setiap tugas sehingga pekerjaan kompleks dapat memperoleh akurasi yang lebih baik, sementara tugas sederhana dapat menggunakan model yang lebih efisien.
Gemini juga terintegrasi dengan Gmail, Drive, Docs, Slides, Sheets, Chat, dan Calendar. Sebagai asisten pribadi, Gemini dapat memanfaatkan konteks jadwal, tim, proyek, serta dokumen untuk membantu tugas seperti mengatur rapat. Fitur delegasi proaktif juga dapat menyarankan pekerjaan yang bisa didelegasikan dan membantu memprioritaskan email berdasarkan tingkat kepentingannya.
Pada pekerjaan data dan machine learning, Gemini dapat menghasilkan kode PySpark, menyediakan notebook untuk menguji kode, melatih model, serta mendiagnosis dan memperbaiki masalah pada pipeline.
Pengguna bisnis juga dapat membuat laporan operasional real-time yang terintegrasi dengan BigQuery dan Knowledge Catalog.
Dalam aspek keamanan, setiap agen memiliki identitas tersendiri dan aktivitasnya tercatat dalam log. Administrator dapat menetapkan izin akses berbasis peran, sementara aktivitas Gemini dapat dipantau melalui jejak audit.
Gemini juga menjalankan tugas di Agent Sandbox, dengan lalu lintas data melewati Agent Gateway yang menerapkan kebijakan organisasi secara real-time.