- Manager Humas KAI Divre I Sumut Anwar Yuli Prastyo menyatakan penumpang KA Putri Deli mencapai 970.762 orang hingga September 2026.
- Pencapaian tersebut menjadikan KA Putri Deli sebagai rangkaian kereta api dengan kontribusi penumpang terbesar di wilayah Sumatera Utara.
- Layanan kereta api kelas ekonomi ini beroperasi melintasi jalur koridor Medan hingga Tanjungbalai sebanyak enam perjalanan setiap harinya.
SuaraSumut.id - Jumlah masyarakat yang menggunakan kereta api kelas ekonomi KA Putri Deli mencapai 970.762 hingga September 2026.
Hal ini menjadikan KA Putri Deli sebagai rangkaian kereta api dengan kontribusi penumpang terbesar di wilayah Sumatera Utara.
"Dari total 2.061.785 pelanggan yang dilayani KAI Sumut pada periode sembilan bulan tersebut, sekitar 47 persen atau 970.762 penumpang merupakan pengguna jasa KA Putri Deli," kata Manager Humas KAI Divre I Sumut Anwar Yuli Prastyo, melansir Antara, Selasa (13/10/2026).
Jalur koridor Medan–Tanjungbalai sejatinya memiliki rekam sejarah panjang. Sebelum beroperasinya KA Putri Deli, relasi Stasiun Medan menuju Stasiun Tanjungbalai telah dilayani oleh KA Putri Hijau yang diresmikan sejak 3 April 1972, serta KA Lancang Kuning yang beroperasi sejak dekade 1970-an dengan rangkaian kelas ekonomi.
Pada tahun 2002, juga pernah dioperasikan KA Putri Ungu yang menggunakan rangkaian kelas Bisnis. Pada tahun 2008, ketiga layanan kereta api tersebut dilebur menjadi satu layanan melalui KA Putri Deli.
Pada awal pengoperasiannya, KA Putri Deli membawa rangkaian tujuh kereta yang terdiri atas enam kereta penumpang dan satu kereta pembangkit. Tarif perjalanan saat itu dipatok sebesar Rp15.000 berkat skema subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah.
Saat ini KA Putri Deli dioperasikan dalam enam perjalanan setiap harinya yang terbagi atas tiga keberangkatan dari Stasiun Medan dan tiga keberangkatan dari Stasiun Tanjungbalai.
Kereta itu melayani perjalanan lintas pesisir timur sepanjang 175 kilometer dengan tarif sangat terjangkau, yakni Rp24.000 untuk jarak terdekat dan Rp27.000 untuk jarak terjauh.
Dalam durasi tempuh sekitar empat jam perjalanan sekali jalan, KA Putri Deli singgah di 16 stasiun yang dilalui. Beberapa stasiun tersebut di antaranya meliputi Stasiun Lubuk Pakam, Rampah, Tebing Tinggi, Lima Puluh, hingga Kisaran sebelum mengakhiri perjalanan di Tanjungbalai.
“Tiap tahun, ratusan ribu hingga jutaan orang bergerak melakukan mobilitas dengan berbagai keperluan menggunakan KA Putri Deli, menunjukkan peran vital KA tersebut bagi masyarakat Sumatera Utara,” katanya.