- Seekor orangutan Sumatera bernama Heera korban perdagangan ilegal di India berhasil dipulangkan ke Bandara Kualanamu pada 19 Oktober 2026.
- Sebelum dipulangkan, Heera telah menjalani perawatan medis intensif selama 17 bulan dan rehabilitasi kesehatan di India oleh pusat konservasi GZRRC.
- Pemerintah Indonesia akan melanjutkan proses rehabilitasi lanjutan bagi Heera sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya di Pulau Sumatera.
Nama Heera berarti berlian, yang diharapkan menjadi simbol kekuatan dalam perjalanan hidupnya setelah menjadi korban perdagangan satwa ilegal.
“Kita beri nama tambahan Heera yang artinya berlian dan akan menjadi lebih keras, lebih panjang di hutan belantara Sumatera,” kata Raja Juli Antoni.
Meski telah kembali ke Indonesia, Heera belum bisa langsung dilepasliarkan ke alam bebas. Ia terlebih dahulu akan menjalani rehabilitasi untuk memulihkan dan mengevaluasi kondisi fisik serta perkembangan perilakunya.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetika Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, mengatakan hasil evaluasi akan menjadi pertimbangan penting untuk menentukan kesiapan Heera sebelum kembali ke habitat alaminya.
“Dia akan direhabilitasi, dievaluasi perkembangannya dan mudah-mudahan suatu saat ini bisa kita rilis ke hutan yang bagus. Banyak pilihan, salah satunya di Taman Nasional Gunung Leuser,” ujar Ahmad Munawir.
Ahmad menegaskan, Heera akan dikembalikan ke Pulau Sumatera. Meski demikian, penentuan lokasi pelepasliaran tetap mempertimbangkan hasil rehabilitasi, kondisi satwa, serta kesesuaian habitat.
Ia juga menjelaskan bahwa penyelamatan Heera berawal dari penemuan orangutan tersebut di sebuah apartemen di sekitar Mumbai. Setelah dilakukan investigasi bersama otoritas India, pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut berhasil ditemukan.
Ahmad mengapresiasi kerja sama pemerintah India dalam mengusut kasus tersebut hingga proses pemulangan dapat dilaksanakan. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Vantara yang membantu merawat Heera selama berada di India.
“Alhamdulillah dengan kerjasama yang baik dengan pemerintah India ini diinvestigasi, sudah ketemu pelakunya setelah dibereskan semua," ujarnya.
"Orangutannya kita repatriasi kembali atas bantuan Vantara yang luar biasa. Sebelum kita bawa direhab, disehatkan kembali di sana kurang lebih 17 bulan setelah sehat alhamdulillah kita bisa bawa kembali,” sambung Ahmad.
Kini, Heera memasuki tahap baru dalam perjalanan hidupnya. Setelah diselamatkan dari perdagangan satwa ilegal dan menjalani pemulihan di luar negeri, ia masih harus melewati proses rehabilitasi di Indonesia sebelum dinilai siap hidup di alam liar.
Kontributor : M. Aribowo