- Anggota ormas bernama Doni tewas akibat penembakan di Tanjung Morawa, Deli Serdang, pada Minggu malam.
- Tim gabungan Polda Sumut dan Polresta Deli Serdang menangkap tiga orang terduga pelaku dari kelompok ormas.
- Polisi masih mendalami motif penembakan yang diduga berkaitan dengan perselisihan antar ormas tersebut.
SuaraSumut.id - Penembakan maut terjadi di persimpangan tiga Gang Bidan, Jalan Limau Mungkur, Dusun III, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Minggu (18/10/2026) malam.
Kejadian penembakan tersebut menewaskan seorang anggota Ormas bernama Doni alias Doni Pa'cek (40). Selain itu, dua orang korban lainnya mengalami luka-luka.
Informasi dihimpun, kejadian berawal ketika korban Doni Pa'cek sedang mengemudikan mobil sedan putih bersama tiga temannya. Dalam perjalanan, kendaraan mereka diduga dipepet empat orang yang mengendarai dua sepeda motor.
Situasi kemudian berubah menjadi insiden maut ketika para pelaku melepaskan tembakan ke arah mobil korban. Kendaraan tersebut oleng hingga menabrak sejumlah orang dan sebuah warung di sekitar lokasi kejadian.
Doni Pa'cek mengalami luka tembak pada bagian leher dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Atas kejadian ini, tim gabungan Polda Sumatera Utara (Sumut) dan Polresta Deli Serdang telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut.
Polisi masih mengembangkan penyelidikan dan memburu terduga pelaku lain yang identitasnya telah diketahui. Dugaan sementara, peristiwa berdarah itu berkaitan dengan perselisihan antar ormas.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan penangkapan tiga terduga pelaku tersebut.
“Tiga orang terduga pelaku yang diamankan. Mereka anggota ormas,” katanya kepada SuaraSumut.id, Senin (19/10/2026).
Meski demikian, polisi belum memastikan penyebab pasti penembakan yang merenggut nyawa Doni Pacek. Penyidik masih mendalami motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kejadian tersebut.
“Motifnya masih didalami,” katanya.
Ferry menjelaskan, perkara itu pada awalnya ditangani Polresta Deli Serdang. Namun, dalam perkembangan penyidikan, penanganan kasus tersebut kemudian diambil alih Polda Sumut.
Kontributor : M. Aribowo