SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Karena itu, keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas menjadi penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Suhardiman
Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB
SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton
Exhibition Day Program SULE-WM di Medan. [Ist]
Baca 10 detik
  • Program SULE-WM hasil kolaborasi lintas sektor berhasil melampaui target dengan mengumpulkan sekitar 4.000 ton sampah plastik.
  • Kegiatan Exhibition Day SULE-WM diselenggarakan di Restoran Bumbu Nusantara, Medan, pada hari Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Perkumpulan Arta Jaya menargetkan pengelolaan 10.000 ton sampah serta pembukaan 100 lapangan kerja pada tahun 2030.

SuaraSumut.id - Sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dapat membuka peluang ekonomi jika dikelola dengan tepat. Melalui Program Scaling Up Local Enterprise on Waste Management (SULE-WM), kolaborasi lintas sektor membuktikannya dengan melampaui target pengumpulan hingga ribuan ton sampah plastik.

Kegiatan Exhibition Day bertajuk “Partnership to Impact: Ketika Kolaborasi Tidak Berhenti di Atas Kertas” digelar di Restoran Bumbu Nusantara, Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pembelajaran, sekaligus mempertemukan perspektif pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan pelaku pengelolaan sampah. Qinthar Aghnia Audiawarman yang mewakili  Ecoxyztem menjelaskan, program SULE-WM dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha pengolahan sampah melalui pendampingan, pelatihan, serta pengembangan model bisnis.

Rangkaian Program SULE-WM dimulai pada Februari 2024. Setelah berjalan lebih dari dua tahun, program ini memasuki tahap akhir pelaksanaan. Sebelum program dimulai, tim terlebih dahulu melakukan asesmen dengan mewawancarai calon penerima manfaat. Hasil asesmen kemudian didiskusikan bersama tim kurikulum untuk menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Program dilanjutkan dengan tahap akselerasi berupa pelatihan untuk membekali penerima manfaat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan bisnis pengolahan sampah.

Pada Juli 2025 hingga Juni 2026, penerima manfaat memasuki tahap pengembangan atau scale-up bisnis. Pada fase tersebut, penerima manfaat, termasuk Warama, memperoleh dukungan pendanaan untuk menjalankan berbagai aktivitas pengembangan usaha. Salah satu indikator keberhasilan program adalah jumlah sampah plastik yang berhasil dikelola oleh para penerima manfaat. Program tersebut menetapkan target pengelolaan sebanyak 3.000 ton sampah plastik. Selama 13 bulan pelaksanaan tahap pengembangan bisnis, para penerima manfaat memanfaatkan dukungan dari program untuk meningkatkan aktivitas usaha sekaligus mengumpulkan dan mengelola sampah plastik.

Menurutnya, capaian pengelolaan sampah plastik tersebut melampaui target yang ditetapkan. Total capaian disebut mencapai sekitar 4.000 ton, dengan salah satu penerima manfaat, Warama, turut memberikan kontribusi terhadap capaian tersebut.

“Target ketercapaian pengelolaan sampah itu 3.000 ton plastik. Selama 13 bulan, para penerima manfaat bekerja keras memanfaatkan dukungan yang didapatkan dari program untuk mengembangkan usaha sekaligus mengumpulkan sampah plastik. Totalnya kita mendapatkan sekitar 4.000 ton, sehingga ketercapaiannya mencapai 437 persen," katanya.

Capaian tersebut menjadi salah satu hal yang membanggakan dalam pelaksanaan program. Para pelaku usaha terus berupaya menjalankan aktivitas pengelolaan sampah meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Selain mendorong peningkatan volume sampah yang dikelola, SULE-WM juga memberikan perhatian pada penguatan kapasitas pelaku usaha dan pekerja di sektor informal.

Pelatihan menjadi salah satu bentuk dukungan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pihak yang terlibat dalam rantai pengelolaan sampah. Program ini juga mendorong penguatan hubungan bisnis antara perusahaan pengelola sampah atau waste management enterprise (WAE) dengan mitra usaha, termasuk kontraktor dan pelanggan.

“Melalui rangkaian asesmen, pelatihan, pendampingan, dukungan pengembangan bisnis, dan penguatan jejaring, Program SULE-WM diharapkan mampu membantu usaha pengolahan sampah lokal tumbuh secara mandiri,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Program SULE-WM merupakan inisiatif akselerasi bagi perusahaan dan entitas bisnis pengelolaan sampah terpilih dari lima wilayah di Indonesia, yakni Sumatera Utara, DKI Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali. Program ini merupakan kolaborasi Yayasan Unilever Indonesia, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia, Ecoxyztem, dan Greeneration Foundation. Secara keseluruhan, program ini telah berkontribusi pada pengumpulan lebih dari 3.000 ton sampah plastik dan menghasilkan penghematan emisi sebesar 5.070 ton CO ekuivalen.

Head of Sustainable Enviroment, Unilever Indonesia Foundation, Maya TAmimi mengatakan, di sisi lain, kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif berbagai pihak, mulai dari hulu hingga hilir. Karena itu, keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas menjadi penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Melalui Exhibition Day, para pemangku kepentingan didorong untuk mengidentifikasi peluang kerja sama yang realistis, baik dalam peningkatan layanan, pemanfaatan pengetahuan dan teknologi, penguatan jaringan antarpelaku, maupun perluasan akses pasar,” ungkapnya.

Kemitraan diharapkan tidak hanya berjalan selama program berlangsung, tetapi juga berlanjut melalui langkah konkret yang jelas dan sesuai dengan kapasitas masing-masing pihak. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada gerakan sukarela atau proyek jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.

Bidik 10.000 Ton Sampah pada 2030

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini