- Dua remaja putri bernama Afril dan Febi hanyut terseret arus saat mandi di Sungai Tadukan Raga pada Kamis, 22 Oktober 2026.
- Tim SAR gabungan mengerahkan personel dan membagi metode pencarian setelah menerima laporan hilangnya korban dari perangkat desa setempat.
- Kedua korban akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia lalu diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.
SuaraSumut.id - Dua orang remaja wanita bernama Afril (17) dan Febi (15) dilaporkan hilang setelah hanyut saat mandi di aliran Sungai Sungai Tadukan Raga, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian akhirnya menemukan dua remaja itu dalam keadaan meninggal dunia.
"Setelah ditemukan, kedua korban dievakuasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, Minggu (25/10/2026).
Hery mengatakan korban Afril (17) ditemukan di sekitar aliran sungai, berjarak kurang lebih 1 kilometer dari lokasi kejadian pada pukul 03.30 WIB. Sementara itu, korban Febi (15) ditemukan sekitar 7 km dari lokasi kejadian pada pukul 05.55 WIB.
Ia menjelaskan berdasarkan informasi yang diterima, kejadian bermula pada Kamis 22 Oktober 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu korban bersama empat orang temannya sedang mandi di sungai tersebut.
Saat itu, kedua korban bersama seorang temannya mencoba menyeberangi sungai. Namun, kedua korban hanyut terseret arus, sedangkan seorang teman mereka berhasil mencapai tepian sungai.
Warga setempat kemudian melakukan pencarian awal, tetapi kedua korban belum berhasil ditemukan. Selanjutnya, Kepala Dusun Tungkusan, Bapak Warto, menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengerahkan 6 personel Tim Rescue beserta peralatan SAR menuju lokasi.
Dalam pelaksanaan pencarian, tim SAR gabungan membagi unsur pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melaksanakan pencarian di sekitar LKP menggunakan Aqua Eye serta penyisiran permukaan air menggunakan perahu LCR hingga kurang lebih 1 kilometer ke arah hilir sungai.
"Sementara itu, SRU 2 melaksanakan pencarian melalui penyisiran darat dari LKP sejauh kurang lebih 1 kilometer ke arah hilir sungai," katanya.
Kontributor : M. Aribowo