SuaraSumut.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi menyampaikan adanya pertambahan kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dari klaster Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muarabulian sebanyak tujuh orang.
"Saat ini tujuh pasien positif dari klaster Lapas Muarabulian Batanghari itu mendapat penanganan lebih lanjut di RSUD Hamba Muara Bulian," kata juru bicara GTPP COVID-19 Kabupaten Batanghari dr Elvie Yenie, Selasa (18/8/2020).
Elvie menerangkan, tim GTPP COVID-19 mendapatkan informasi tambahan itu usai menerima hasil uji usap (swab) polymerase chain reaction (PCR) atas tujuh warga Kabupaten Batanghari itu.
Ia juga mengatakan, semua pasien yang disampaikan terkonfirmasi positif tersebut berasal dari klaster Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muarabulian.
Informasi terkait para pasien merupakan hasil pelacakan kontak pasien sebelumnya yang lebih dulu dinyatakan terkonfirmasi positif terjangkit virus corona.
Dengan data terbaru ini, kata dia, di Kabupaten Batanghari hingga saat ini tercatat ada 38 kasus positif, dengan 14 kasus sembuh, satu meninggal dunia, dan 23 lagi dalam masa isolasi.
"Dengan kasus ini Batanghari masuk dalam zona oranye atau risiko sedang, kami minta masyarakat tetap tenang, dan patuhi protokol pencegahan covid-19," pungkas Elvie Yenie, kepada Antara.
Berita Terkait
-
Kronologis Staf Khusus Mensesneg Pratikno Positif Virus Corona
-
Harga Cengkeh di Ambon Turun Drastis, Harga Kopra Justru Meningkat
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Penjual Emas Palsu di Bengkulu Positif Corona
-
Posyandu Door to Door ala Kota Mataram, Demi Cegah Virus Corona
-
Tidak Ada Pendakian di Gunung Kerinci Saat HUT RI ke-75, Ini Sebabnya
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Kenapa Mobil Listrik Bekas Kurang Diminati? Ini Alasannya
-
Spesifikasi Oppo A6s, HP Anti Air dengan Harga Mulai Rp 4 Jutaan
-
Warga Ramai Serbu SPBU, Pertamina: Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying
-
Mantan Kadis Kesehatan Batu Bara Divonis 5 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Dana BTT
-
3 WN Korea Selatan Dideportasi Imigrasi Belawan