Suhardiman
Kamis, 24 September 2020 | 17:06 WIB
Suasana Pondok Boro Kota Semarang. (Suara.com/Dafi Yusuf) 

Namun, di sisa usianya Karijan memilih pekerjan-pekerjaan yang ringan saja.

"Sudah ga kuat kalau kerja yang berat-berat. Cari yang ringan saja seperti jualan es atau apa gitu," katanya.

Karena harganya yang murah, selama ia tinggal di Pondok Boro tak pernah ada pengunjung sepi.

Sampai saat ini ratusan lebih perantau dari berbagai kota memilih tempat tersebut untuk tinggal.

"Kalau sekarang sekitar 140 orang yang tinggal di sini. Kalau malam ramai, kalau siang-siang kayak gini pada kerja," pungkasnya.

Load More