SuaraSumut.id - Demo menolak kedatangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab disesalkan oleh KAMMI Sumut.
Ketua PW KAMMI Sumut, Akhir Rangkuti menyebut, menolak kedatangan Rizieq merupakan ciri demokrasi yang tidak sehat.
"Kita nggak akan bereaksi seperti ini kalau tidak ada penolakan. Sumut, Medan ini nggak pernah gitu, dari dulu paling demokratis, tapi kenapa sekarang gini, ini yang kita sayangkan,” kata Akhir, dilansir dari Digtara.com--jaringan Suara.com, Jumat (27/11/2020).
Untuk itu, pihaknya akan menggelar apel siaga menyambut kedatangan Habib Rizieq. Hal ini dilakukan untuk menjamin kebebasan berdemokrasi di Sumut.
"Kalau ditanya banyak juga ceramahnya yang tidak pas, sekarang yang kita lihat bukan dia ceramah, tapi kebebasan demokrasi itu, dia ini bukan buronan, bukan tawanan politik, orang merdeka dia,” ungkapnya.
Akhir menegaskan, pihaknya akan berada di garis terdepan menghadapi orang yang merusak demokrasi.
"Aku nggak lihat mereka dari mana, kalau aku melihat dari pandangan umum, kalau ada orang yang tidak bebas berdemokrasi itu tak boleh terjadi, jika ada orang yang mau merusak kita orang pertama yang mengajarnya,” jelasnya.
Ia memastikan jika Apel Siaga menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab akan tetap berlangsung. Apel itu, lanjutnya, akan diikuti seluruh kader KAMMI di Sumut.
"Kita sudah sampaikan ke kader untuk siaga," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun