SuaraSumut.id - Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebut, rencana pengaturan sistem vaksinasi bukan jalan utama dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Sebab, kata Edy, bagaimanapun alasannya protokol kesehatan masih tetap harus dijalankan dengan displin.
"Penangkal utama saat ini adalah protokol kesehatan. Itu dulu," kata Edy, Senin (30/11/2020).
Edy mengimbau, masyarakat untuk memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, atau yang sering disampaikan dengan singkatan 3M.
Selain itu, kata Edy, sampai saat ini terkait vaksin Covid-19 masih sedang diatur.
"Nanti kalau ada vaksin, kita lihat dan kita atur. Kita sudah merencanakan pengaturan penggunaannya. Tetapi prioritas saat ini tetap protokol kesehatan," ujarnya.
Pihaknya juga masih membahas persiapan pelaksanaan vaksinasi (pemberian vaksin) Covid-19 kepada masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini
-
Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional
-
Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi
-
Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026
-
Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama