SuaraSumut.id - Tiga perwira polisi di jajaran Polda Sumut dicopot dari jabatannya dalam dua hari belakangan ini.
AKP Ricky Pripurna Atmaja dicopot dari jabatan Kapolsek Percut Sei Tuan. Sementara Iptu Ainul Yaqin dicopot dari jabatan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota.
Kedua dicopot setelah video tanding futsal dengan kondisi ramai penonton viral di media sosial.
Ricky dinilai lalai karena tidak mengetahui adanya penyelenggaraan turnamen yang menyebabkan kerumunan. Padahal, lokasi itu masuk wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan.
Sedangkan Ainul Yaqin dicopot karena sebagai peserta dalam pertandingan futsal tersebut.
"Siapapun yang melanggar, sesuai instruksi bapak Kapolda Sumut, baik sipil maupun anggota Polri akan diberikan sanksi tegas," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu (3/2/2021) malam.
Dalam kasus tersebut, kata Hadi, pihak penyelenggara berinisial BNTG (44) juga ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka tidak hanya menyebabkan kerumunan, namun juga mencatut nama dan logo Polda Sumut dalam pengelaran turnamen itu.
"Dari penyelidikan dan pengakuan tersangka, bahwa kegiatan tersebut tidak ada izin. Polda Sumut maupun Polrestabes Medan tidak pernah mengeluarkan izin keramaian," jelasnya.
Kekinian ada AKP David Sinaga dicopot dari jabatannya sebagai Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar. Pencopotan itu merupakan buntut dari video dugem viral di media sosial.
Baca Juga: Bukan Debby, Kuasa Hukum Luruskan Edhy Prabowo Sewakan Apartemen untuk Devy
Kapolda Sumut, Irjen Martuani Soremin mengatakan, saat ini David Sinaga masih menjalani pemeriksaan di Bid Propam Polda Sumut.
"Terima kasih, yang bersangkutan sedang diperiksa di Bid Propam Polda Sumut. Untuk memudahkan pemeriksaan kita copot jabatannya," kata Martuani.
Pencopotan jabatan tiga perwira tersebut merupakan tindakan tegas yang dilakukan Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Oknum Guru di Tanjungbalai Bantah Bawa Siswa SD ke Rumah untuk Dilecehkan Suami
-
Gasak Motor-Uang dari Rumah Warga, Maling di Deli Serdang Ditembak
-
Suami Guru di Tanjungbalai Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Terancam 9 Tahun Penjara
-
Heboh Siswa PIP Naik Ambulans, BNI Tegaskan Bukan Arahan Petugas