SuaraSumut.id - Jejaring media sosial dihebohkan dengan kabar adanya warga yang meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19. Kabar ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @teluuur_ pada Minggu (7/3/2021).
Menanggapi hal ni, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya warga yang meninggal usai menerima suntikan vaksin Covid-19.
"Gak mungkinlah, gak mungkin itu. Kalau pun ada kejadian itu, kalau benar, pasti terlapor kita," ujar ketika dihubungi Suara.com, Minggu (7/3/2021).
Alwi mengatakan, kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) dirasakan setelah penerima vaksin disuntik.
Sedangkan informasi yang beredar di media sosial, warga tersebut disuntik vaksin pada Kamis (4/3/2021) dan meninggal pada Sabtu (6/3/2021).
"Jadi dia ikutan pasca imunisasi itu, dia langsung (merasakan gejala), kalau dia udah enak sekarang tiba-tiba besok ada kenak (efek samping) gitu enggak," ujarnya.
Namun, bila setelah beberapa hari pasca divaksin merasakan efek samping, Alwi memastikan itu bukan karena vaksin Covid-19.
"Sekarang saya divaksin, pegal rasanya, ya pegal, sampai nanti pegalnya itu berkurang. Misalnya yang parah, tiba-tiba kolaps dia disitu, pingsan dia disitu, kalau tak tertolong mau meninggal," ungkapnya.
"Tapi kalau dia udah pergi, dah aman, tau-tau meninggal ya bukan karena vaksinnya," sambungnya.
Baca Juga: DPP Demokrat Kubu AHY Diminta Pecat Kadernya yang Ikut KLB Sumut
Lebih lanjut, Alwi mengatakan sudah hampir 2 juta orang yang mendapatkan imunisasi Vaksin Covid-19 di Indonesia, belum ada laporan yang membahayakan kesehatan.
"Vaksin ini aman, halal, hampir sekarang 2 juta kita vaksin tidak ada kejadian ikutan pasca imunisasi yang berarti. Paling ngantuk kurang enak badan, sangat aman vaksin kita," ujarnya.
Kadinkes Sumut ini juga menyayangkan pemberitaan liar di medsos yang mengaitkan vaksin dengan hal-hal buruk yang belum teruji kebenarannya.
"Kalau medsos biarkan ajalah, gak ngerti kita apa tujuan hidupnya," terangnya.
Alwi menjabarkan vaksin Covid-19 merupakan harapan untuk melawan pandemi.
"Jadi vaksin ini salah satu harapan kita untuk menyelesaikan Covid-19 ini, sudah setahun lho ini, sudah 800 orang yang meninggal itu yang tercatat, belum lagi yang tidak tercatat," harapnya.
Berita Terkait
-
Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi
-
Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution
-
Kisah M A Hasibuan, Insan BRI di Sumatera Utara yang Dampingi UMKM Hingga Naik Kelas
-
Gubernur Bobby Dorong IMT-GT Lahirkan Proyek Konkret dan Investasi Berdampak bagi Masyarakat
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi
-
Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas
-
Tumbangkan Banda Aceh, SKO Riau Wakili Northern Sumatra di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Bubur Cirebon Tembus Taipei, Kisah Tati Purwanti Bertumbuh Bersama BRI
-
Mazda Hadirkan The All-New CX-5 Kuro Edition di Medan