SuaraSumut.id - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau Disbudpar Provinsi Aceh, Jamaluddin mengatakan pihaknya memiliki target mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah, salah satunya melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut.
"Target tahun ini juga pengembangan SDM pariwisata. Sudah banyak pelatihan dan kami meminta dukungan Kemenparekraf untuk mendidik pemandu dan kelompok-kelompok desa wisata," kata Jamaluddin dikutip Suara.com dari Antara, Jumat (26/3/2021).
"Selain memperkuat SDM, kami juga akan memperkuat dari sisi protokol kesehatannya. Kita wajibkan (pengelola destinasi wisata) untuk menerapkan protokol kesehatan CHSE," jawabnya menambahkan.
Sebagai informasi, CHSE adalah penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) dari Kemenparekraf untuk sektor pariwisata di masa pandemi.
Lebih lanjut, Jamaluddin mengatakan bahwa sektor pariwisata di Serambi Makkah sudah mulai pulih secara perlahan. Sebelumnya pada Maret 2020, di mana kasus positif Covid-19 pertama hadir di Indonesia, Aceh sempat menutup akses penerbangan dan tempat-tempat wisata dan kulinernya.
"Di awal pandemi di bulan Maret, penerbangan ke Aceh ditutup, dampaknya signifikan bagi para pelaku pariwisata di Aceh dan tempat-tempat kuliner. Pantai-pantai juga ditutup, kedai kopi tutup kurang lebih satu bulan setengah. Tidak ada aktivitas, masyarakat berdiam diri di rumah, namun kami mulai buka lagi dengan menerapkan protokol kesehatan," jelas Jamaluddin.
Namun kini, di awal 2021, Aceh telah menerima wisatawan lokal maupun domestik Nusantara. "Perkembangan di awal tahun 2021, pariwisata di Aceh sudah bangkit kembali, terutama untuk wisatawan domestik Nusantara dan lokal atau warga Aceh sendiri."
"Ini juga karena penurunan angka warga yang terpapar Covid-19 di Aceh semakin turun. Seiring dengan itu, Pemda Aceh menyambut baik untuk kembangkan ekonomi masyarakat lewat acara lokal seperti Aceh Travel Mart untuk bangkitkan dunia pariwisata kembali," jelas dia.
Saat disinggung mengenai prioritas pengembangan destinasi wisata Aceh dalam waktu dekat, Jamaluddin mengatakan pihaknya akan fokus ke wisata alam seperti wisata bahari yang menawarkan berbagai aktivitas dan olahraga air, serta wisata kuliner hingga wisata budaya.
Baca Juga: Pendapatan Kabupaten Bandung Barat dari Sektor Pariwisata Hilang 50 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Layanan Pegadaian Hadir di Mandrehe Nias Barat
-
Indosat Hadirkan AIvolusi5G yang Kini Mencakup Lebih dari 340 Site Kota Medan
-
Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
-
Ansor Medan Apresiasi Gebrakan Menkomdigi Meutya Hafid Tekan Transaksi Judol hingga 57 Persen
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini