SuaraSumut.id - Roro Fitria kini sudah mengenakan pakaian tertutup alias berhijab. Ia telah meninggalkan imej yang seksi dan baju ketat hingga terbuka.
Roro Fitria hijrah bukan suatu hal yang mudah untuk dijalani bak membalik telapak tangan.
Sederet ujian dan cobaan datang kepada Roro Fitria, sebelum akhirnya ia menjemput hidayah Tuhan.
Cobaan hidup itu dimulai dari tahun 2018, ia tertangkap karena kasus narkoba, dan harus menjalani hukuman, kemudian kehilangan harta benda karena kemalingan.
Hingga puncak ujian itu ketika sang ibunda Roro Fitria meninggal saat dirinya masih mendekam di rumah tahanan.
Pengalaman berharga Roro Fitria ketika mendekam di penjara. Ia kerap mengikuti bimbingan agama di dalam penjara.
Kemudian saat rumahnya kemalingan, Roro Fitria mengaku kehilangan banyak sekali harta benda di rumahnya. Kemalingan itu sendiri terjadi saat Roro masih menjalani masa hukuman di penjara.
“Banyak banget sih (barang yang hilang), lebih ke barang-barang berharga punya mamah, terus udah gitu juga ada crown yang punyanya eyang,” tuturnya dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Sabtu (10/4/2021).
Menjalani keadaan yang sulit, Roro malah menjadi tahu mana teman-teman yang sebenarnya. Hal ini lantaran ia jarang dijenguk oleh teman-temannya kala mendekam. Padahal ia memiliki banyak teman ketika sedang tidak dalam keadaan sulit.
“Mungkin waktu pas di awal-awal berkiprah, banyak sekali ya teman-teman sosialita, arisan, dan organisasi. Banyak sekali ya. Nah ketika Nyai punya masalah itu keliatan di situ,” kata dia.
“Jadi mana benar-benar yang sahabat yang mendatangi dan mengunjungi. Nyai tidak meminta apapun, Nyai hanya minta dikunjungi aja sudah senang gitu loh. Itu kelihatan mana yang cuek mana yang menghindar mana yang malah menggunjungi, malah memfitnah juga ada” imbuh Roro Fitria.
Namun bukan berarti tidak ada yang menjenguknya sama sekali, ia menyebut nama Ruben Onsu hingga sejumlah desainer pernah menjenguknya ketika berada di rutan.
Dari situ, akhirnya pemilik nama lengkap Raden Roro Fitria Nur Utami ini berpasrah diri kepada Allah. Dia mengaku menyerahkan segala kehidupannya kepada Sang Pencipta.
Cobaan menyedihkan datang kala meninggalnya sang ibunda tercinta. Roro menuturkan, kepergian sang ibunda untuk selama-lamanya menjadi puncak dari sederet cobaan yang datang, yang akhirnya membuat ia memutuskan untuk hijrah.
Wanita kelahiran Yogyakarta ini juga mengaku keputusan untuk berhijrah merupakan panggilan dari dalam hati, bukan karena disuruh oleh orang lain.
Berita Terkait
-
Roro Fitria Curiga Salmon Hotel yang Diberi ke Anaknya Tak Segar, Ini Penjelasannya
-
Roro Fitria Kesal Tak Ada Dokter Jaga Saat Anaknya Keracunan di Hotel Bintang 5
-
Roro Fitria Bongkar Respons Hotel yang Terkesan Meremehkan Saat Anaknya Keracunan
-
Kronologi Anak Roro Fitria Keracunan Makanan Usai Makan Salmon di Hotel Bintang 5
-
Beda Jauh Biaya Anak Roro Fitria Vs Nominal Nafkah yang Dibebankan ke Eks Suami Andre Irawan
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana