- Sebanyak 104 kepala keluarga (KK) sudah menempati hunian tetap di Aceh Utara.
- Halaman kompleks sudah full paving block atau bata beton dan membentang drainase.
- Setiap hunian tetap sudah berkeramik lengkap dengan perabotan interior.
SuaraSumut.id - Pemulihan pascabencana terus dilakukan di Aceh. Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 104 kepala keluarga (KK) sudah menempati hunian tetap (huntap) di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara sejak Sabtu (14/3/2026).
Kompleks huntap tampak asri. Halaman kompleks sudah full dengan paving block atau bata beton dan membentang drainase. Tersedia pula fasilitas umum berupa balai pertemuan dan masjid di kawasan huntap tersebut.
Semua rumah juga sudah dilengkapi dengan instalasi listrik dan mesin pompa air. Beberapa orang, termasuk anggota TNI, juga tengah memeriksa sumur sebagai sumber air bersih.
Setiap huntap sudah berkeramik lengkap dengan perabotan interior seperti kursi tamu, meja makan, televisi, kompor, dan rak piring.
Di dalam kamar sudah tersedia kasur, bantal, guling, dan lemari pakaian. Kamar mandi juga sudah berkeramik dengan toilet jongkok dan bak mandi.
Pembangunan huntap ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).
Hunian tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana.
Sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan, Kemenko Polkam turut memberikan bantuan logistik dan kendaraan water heater yang dimanfaatkan untuk penanganan darurat di lapangan hingga pembangunan huntap dan penyediaan fasilitas pendukungnya.
BNPB memastikan proses penanganan dan pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra berjalan optimal.
BNPB berkolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus mendampingi masyarakat terdampak agar dapat menempati hunian yang layak dan aman.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemulihan tak akan berhenti meski ada hari raya seperti Idul Fitri. Menurutnya, pemerintah akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana.
"Meskipun ini hari raya, kami atur. Untuk (personel) yang beragama Islam bisa libur beberapa hari, digantikan oleh personel yang Nasrani," kata Suharyanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC