-
Pembangunan hunian sementara (huntara) di Sibalanga hampir rampung.
-
Warga berharap penyintas longsor segera menempati huntara.
-
Data Pusdalops mencatat ribuan jiwa terdampak bencana Sumatera Utara.
SuaraSumut.id - Warga Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), berharap hunian sementara (huntara) yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dapat segera rampung dan ditempati penyintas bencana longsor.
Harapan itu disampaikan langsung oleh Roslina Nasution, warga setempat yang setiap hari memantau perkembangan pembangunan hunian sementara tersebut.
“Kami melihat pembangunan hunian ini cukup cepat dan kalau bisa segera dapat dihuni,” ujar Roslina di Tapanuli Utara, dikutip dari Antara, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, kehadiran hunian sementara menjadi sangat penting karena masih banyak penyintas yang belum memiliki tempat tinggal layak setelah rumah mereka rusak akibat longsor.
Roslina mengaku merasa prihatin melihat kondisi para penyintas yang hingga kini masih bertahan tanpa hunian tetap. Ia berharap hunian sementara yang dibangun pemerintah dapat menjadi solusi awal bagi mereka.
“Kasihan kali melihat mereka dan kami ingin rumah yang dibangun cepat oleh pemerintah ini segera ditempati,” kata perempuan berusia 74 tahun tersebut.
Ia menambahkan, rumah miliknya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi pembangunan hunian sementara dan tidak terdampak bencana. Meski demikian, Roslina mengaku rutin datang untuk melihat proses pengerjaan.
“Tapi setiap hari saya datang melihat proses pengerjaan huntara. Saya akui memang cepat,” ujarnya.
BNPB bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara membangun sebanyak 40 unit hunian sementara di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Lokasi ini berada sekitar delapan jam perjalanan darat dari Kota Medan. Pembangunan tersebut dipercepat agar penyintas bencana longsor dapat segera memiliki tempat tinggal yang aman.
Sebelumnya, pengembang mengebut pengerjaan 40 unit hunian sementara tersebut agar dapat segera dihuni. Penanggung jawab pembangunan dari PT Haza Gemilang Abadi, Kevin Hasiolan Pasaribu, mengatakan progres pembangunan telah mencapai 80 persen.
“Saat ini proses pembangunan sudah mencapai 80 persen dan ditarget di akhir Januari sudah serah terima dengan korban bencana,” kata Kevin di Kabupaten Tapanuli Utara.
Hunian sementara ini dibangun di atas lahan seluas 24 meter persegi dengan konsep rumah tumbuh. Menurut Kevin, desain tersebut memungkinkan pengembangan lebih lanjut. Jika pemerintah berencana mengubahnya menjadi hunian tetap, terdapat ruang di bagian depan rumah seluas empat meter yang dapat dikembangkan.
Berdasarkan data Pusdalops PB Sumut per 22 Januari 2026, sebanyak 14.033 jiwa dari 3.509 kepala keluarga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara.
Dalam laporan tersebut, tercatat 36 orang meninggal dunia dan dua orang masih dinyatakan hilang. Kehadiran hunian sementara di Desa Sibalanga diharapkan dapat meringankan beban para penyintas di tengah kondisi darurat pascabencana.
Berita Terkait
-
Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga Level III, Potensi Erupsi Lanjutan Masih Tinggi
-
Anak Krakatau Masih Siaga, Suplai Magma dari Kedalaman Meningkat
-
BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar
-
Prabowo Wacanakan Merger BMKG-Badan Geologi, DPR Usul BNPB Ikut Dilebur dalam Satu Kementerian
-
Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Gelondongan Kayu Banjir Sumut ke Kejari Sibolga
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
2 Polisi Gadungan Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Ditangkap
-
PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United
-
3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya
-
Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan
-
Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang