Suhardiman
Minggu, 11 Januari 2026 | 12:43 WIB
Kendaraan melewati jembatan darurat yang dibangun untuk kembali menghubungkan akses jalur Aceh Timur-Gayo Lues, pascabanjir bandang. [dok BNPB]
Baca 10 detik
  • Pemulihan akses jalan Aceh Timur–Gayo Lues melalui Peureulak–Lokop dikejar tuntas setelah terputus akibat dua kali banjir bandang.
  • Dinas PUPR Aceh menangani darurat pembersihan material longsoran, ditargetkan konektivitas fungsional tercapai dalam sepekan.
  • Jalur darurat ini telah lulus uji fungsi, memungkinkan lalu lintas semua jenis kendaraan, mendukung pemulihan logistik.

SuaraSumut.id - Upaya pemulihan akses jalan Aceh Timur–Gayo Lues melalui Peureulak–Lokop menunjukkan progres signifikan. Setelah sempat terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor, pembukaan kembali jalur vital ini kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan segera terhubung secara fungsional dalam waktu dekat.

Penanganan darurat dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh sebagai respons cepat pascabencana. Pekerjaan dilakukan mulai dari kilometer 36 hingga kilometer 103.

Batas administratif Kabupaten Gayo Lues berada pada kilometer 110, sehingga sisa penanganan yang masih harus diselesaikan sepanjang 6,4 kilometer.

Dinas PUPR Aceh menargetkan functional connectivity atau keterhubungan jalur dapat tercapai dalam waktu sekitar satu pekan, dengan mengoptimalkan pengerahan alat berat dan personel lapangan yang bekerja setiap hari.

"Pembukaan jalur juga dilakukan secara paralel dari sisi Kabupaten Gayo Lues. Titik kilometer 110 ditetapkan sebagai titik temu (meeting point) pekerjaan penanganan darurat jalan provinsi ini," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 11 Januari 2026.

Jalur Lokop Dua Kali Terdampak Banjir Bandang

Sebelumnya, jalur Peureulak-Lokop mengalami kerusakan berat dan terputus akibat kejadian banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Sejak saat itu, dilakukan serangkaian kegiatan penanganan darurat berupa pembersihan material longsoran, normalisasi badan jalan, serta pembangunan jalur darurat (temporary access) selama kurang lebih 30 hari.

Namun, pada Senin (5/1), banjir bandang kembali terjadi di kilometer 83, tepatnya di wilayah Gampong Lokop. Peristiwa ini mengakibatkan jalur darurat yang telah dibangun sebelumnya rusak dan kembali terputus, sehingga akses transportasi masyarakat dan distribusi logistik kembali terganggu.

Penanganan darurat lanjutan segera dilakukan dan berhasil memulihkan kembali jalur dalam waktu kurang lebih lima hari. Jalur darurat tersebut kemudian dinyatakan dapat difungsikan dan dilakukan uji fungsi (functional test) pada Sabtu (10/1).

Berdasarkan hasil uji fungsi, jalur dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat jenis DT-Hercules.

Meskipun masih bersifat darurat, berfungsinya kembali jalur di Gampong Lokop telah mendukung pemulihan aksesibilitas wilayah, mobilitas penduduk, serta kelancaran distribusi logistik. Kondisi ini menjadi bagian dari upaya transisi darurat menuju pemulihan (transition to recovery) yang terus diakselerasi oleh pemerintah.

Dalam tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi, jalur nasional yang menghubungkan dua wilayah strategis di Provinsi Aceh ini direncanakan akan ditangani secara permanen melalui pembangunan infrastruktur jalan yang lebih andal dan berketahanan bencana, dengan mengedepankan prinsip Build Back Better.

Load More