Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Kamis, 10 Juni 2021 | 13:41 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan. [Suara.com/M.Aribowo]

Reaktif Bukan Positif Covid-19

Ia mengaku, bahasa reaktif tersebut kerap disalahpahami sebagai vonis terpapar Covid-19, padahal tidak.

"Inilah pemicu reaktif itu positif padahal itu antibodi jadi muncullah bahasa seakan-akan Pirngadi mengcovidkan. Padahal hasil ke dua itu negatif. Kalau video itu, benar berada di rumah sakit," jelasnya.

Mengenai tudingan ditelantarkan pasien yang hendak menjalani operasi, Edison membantah dan menuturkan bahwa pihaknya mempunyai SOP pemeriksaan dan bukan ditelantarkan.

Baca Juga: Nyesek! Antre Lama Demi BTS Meal, Sampai Rumah Bungkusnya Buat Kandang Cacing

"Kita punya SOP pemeriksaan, bukan penelantaran. Sekitar pukul 00.45 WIB sudah ada rencana dilakukan operasi. Namun pada pukul 00.55 WIB, keluarga meminta pemulangan itu dan ditandatangani orangtuanya," jelasnya.

Terkait riwayat pasien, Edison menuturkan bahwa ia masuk pada tanggal 7 Juni dan keluar pada 9 Juni dinihari.

"Masuk tanggal 7 keluarnya dinihari tanggal 9 Juni," sebutnya.

Edison menjelaskan bahwa pasien tersebut mengalami Ileus Obstruktif.

"Penyakitnya ada gangguan di usus, penyumbatan hingga harus dilakukan tindakan operasi," imbuhnya.

Baca Juga: Pesawat Militer Myanmar Jatuh di Mandalay, Junta: Cuaca Buruk

"Itu yang mau dilakukan operasi. Atau nama umumnya ada gangguan di usus, penyumbatan hingga harus dilakukan tindakan operasi. Saat masuk ke RSUD Dr Pirngadi, pasien dalam keadaan lemah dan sesak," tukasnya.

Load More