SuaraSumut.id - Seorang bocah di Medan meninggal dunia usai digigit anjing peliharaan milik tetangga. Kuat dugaan, anjing tersebut terinfeksi virus rabies.
Dokter hewan, drh Ita menjelaskan bahwa virus rabies ini dikenal ganas dan berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian bagi manusia.
"Virus rabies ini merupakan zoonosis, yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, dan langsung menyerang saraf pusat," katanya, kepada SuaraSumut.id, Rabu (16/6/2021).
Ia mengatakan, gejala rabies yang dialami orang yang terpapar virus ini lewat gigitan hewan yakni demam tinggi, ketidakmampuan menggerakan bagian tubuh, hilang kesadaran, air liur keluar, dan lainnya.
"Masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari, bisa lebih cepat kalau lambat ditangani, virus ini berjalan dari titik luka ke pusat otak," ungkap drh Ita.
Untuk itu, orang yang terkena gigitan hewan yang terinfeksi rabies atau penyakit anjing gila, tidak langsung menunjukkan gejala.
"Awalnya itu demam, kemudian lumpuh di bagian tubuh yang digigit, dan kalau virusnya sudah sampai otak bisa berakibat kematian," ungkapnya.
Penanganan digigit hewan
Lebih lanjut, drh Ita yang pernah bertugas di Tim Satwa Sibolangit BKSDA Sumatera Utara ini menyampaikan langkah pertolongan pertama bila masyarakat digigit hewan.
Baca Juga: Berencana ke Luar Angkasa, Jeff Bezos Ditolak Pulang ke Bumi
"Pertama itu, lukanya harus dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun batangan. Dengan sabun itu diharapkan virus yang masih ada di luka bisa mati, bukan semua, setidaknya bisa mengurangi," ucapnya.
Kemudian, korban harus segera dilarikan ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat, dan sebisa mungkin mendapatkan VAR (Vaksin Anti Rabies).
"Untuk mendapatkan (VAR) itu ke rumah sakit atau ke dinas kesehatan provinsi langsung datang, harus cepat," kata drh Ita.
Sementara, anjing yang menggigit manusia nantinya akan dibawa untuk dilakukan uji laboratorium apakah terinfeksi virus rabies atau tidak.
"Itu nantinya anjing mati, karena sampelnya diambil di bagian otaknya," ungkapnya.
Ia menjelaskan, bahwa virus rabies ini tidak hanya menyerang anjing, namun hewan peliharaan lain seperti kucing.
Berita Terkait
-
Hukum Muslim Memelihara Anjing, UAS: Amalnya Dikurangi Sebesar Bukit Uhud
-
Bocah Tewas Digigit Anjing Tetangga di Medan, Keluarga Lapor Polisi
-
Amerika Serikat Larang Anjing dari Negara Tinggi Rabies Masuk, Ini Alasannya
-
Bikin Pagar Gegara Anjing Tetangga Buang Air Sembarangan, Wanita Ini Malah Kena Nyinyir
-
Viral Lantai Mal Penuh Kotoran Anjing, Aksi Petugas Kebersihan Disorot
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Angkasa Pura Aviasi Pastikan Kesiapan Operasional Penerbangan Haji 2026
-
Liburan Luar Negeri Bikin Untung dengan Promo Eksklusif dari BRI World Access
-
Begal yang Lukai Pedagang Mi Pecal Siang Hari di Medan Ditembak
-
Eks Wakapolda Metro Jaya Meninggal Kecelakaan di Medan
-
JK Ungkit Jasa Jadikan Jokowi Presiden, Gibran Pilih Hormat, Bukan Balas