Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Sabtu, 17 Juli 2021 | 14:56 WIB
Sejumlah barista di Medan turun ke jalan pada Sabtu (17/7/2021). [Suara.com/M. Ariwibowo]

Menurutnya, cara take away juga terdampak ke pemasukan.

"Yang namanya orang ngopi udah pasti duduk kan nongkrong, apalagi jalan disekat orang take away pun berkurang. Ngambil 20 persennya aja pun gak Sampek kalau take away," imbuhnya.

"Kalau bisa ada bantuan subsidi, kami berjuang sendiri ini mau keliling rencana mau ke pos penjagaan," harapnya.

Pantauan wartawan, para barista membawa 100 botol kecil berisi minuman kopi dan nonkopi. Perbotol minuman dijual seharga Rp 15 ribu.

Baca Juga: Pria yang Usir Satpol PP di Medan Viral Lagi, Kini Ancam Cerai Istri di Depan Umum

Dalam aksinya, penjual kopi juga membawa poster kartun berisi tulisan "Segelas Kopimu Berarti Bagi Kehidupan Kami".

Diketahui, penerapan PPKM darurat di Medan dimulai sejak Senin (12/7/2021) dan dikabarkan diperpanjang hingga akhir Juli 2021. Penerapan PPKM darurat ini untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Kontributor : M. Aribowo

Load More